Logo Header Antaranews Lampung

DJBC Sumbagbar amankan 17,63 juta batang rokok ilegal hingga Maret 2026

Kamis, 16 April 2026 20:33 WIB
Image Print
Ilustrasi - Pemusnahan rokok dan minuman beralkohol ilegal oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sumatera Bagian Barat. (ANTARA/HO-DJBC Sumbagbar)
Pada bidang pengawasan, hingga Maret 2026, kami berhasil mengamankan 17,63 juta batang rokok ilegal

Bandarlampung (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sumatera Bagian Barat (Sumbagbar) berhasil mengamankan 17,63 juta batang rokok ilegal hingga Maret 2026.

"Pada bidang pengawasan, hingga Maret 2026, kami berhasil mengamankan 17,63 juta batang rokok ilegal dan 5.868 liter minuman beralkohol ilegal," kata Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Barat, Bier Budy Kismulyanto, dalam keterangan yang diterima di Bandarlampung, Kamis.

Ia mengatakan, dari hasil pengawasan dan penindakan barang ilegal tersebut DJBC Sumbagbar berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara lebih dari Rp17,2 miliar.

"Selain penindakan barang ilegal seperti rokok dan juga minuman beralkohol. Kami juga melakukan penindakan narkotika yang menunjukkan peningkatan signifikan melalui operasi berbasis intelijen dan kerja sama dengan aparat penegak hukum lainnya," katanya.

Pada sisi lain, Bier juga mencatat realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp466,63 miliar hingga Triwulan I Tahun 2026, atau 19,81 persen dari target tahun berjalan, di tengah tekanan global dan fluktuasi harga komoditas.

"Penerimaan tersebut terdiri dari Bea Masuk Rp51,48 miliar, Bea Keluar Rp411,97 miliar, serta Cukai Rp3,17 miliar," katanya.

Selain kepabeanan dan cukai, lanjut dia, Kanwil DJBC Sumatera Bagian Barat juga mencatat kinerja penerimaan perpajakan yang signifikan, terutama dari Dana Pungutan Sawit sebesar Rp965,55 miliar, PPN Impor Rp241,94 miliar, dan PPN Hasil Tembakau Rp163,24 miliar, serta PPh Impor Rp86,67 miliar dan PPh Pasal 22 Ekspor Rp48,55 miliar.

"Capaian ini merupakan hasil dari penguatan pengawasan dan optimalisasi penerimaan negara. Di tengah dinamika ekonomi global, kami terus menjaga kinerja penerimaan negara melalui pengawasan yang efektif, sinergi antar-instansi, serta berbagai langkah optimalisasi agar penerimaan tetap terjaga dan berkelanjutan,” katanya.

Ia mengatakan, Kanwil DJBC Sumatera Bagian Barat terus mengoptimalkan penerimaan negara melalui konsistensi pengawasan, dan penegakan hukum serta berbagai extra effort seperti penelitian ulang, audit kepabeanan dan cukai, dan penerapan ultimum remedium," katanya.



Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026