Lampung kembangkan komoditas unggul lokal
Selasa, 19 Juli 2022 20:34 WIB
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat memberi keterangan. Bandarlampung, Selasa (19/7/2022). ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.
Bandarlampung (ANTARA) - Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan akan terus mengembangkan secara luas komoditas serta varietas unggul lokal di daerahnya.
"Lampung ini punya komoditas dan varietas unggul lokal seperti pisang muli, kopi, damar mata kucing, manggis saburai dan banyak lagi. Ini harus dijaga agar bisa dimanfaatkan untuk peningkatan potensi daerah," ujar Arinal Djunaidi, di Bandarlampung, Selasa.
Ia mengatakan, selain akan mendaftarkan komoditas dan varietas lokal tersebut agar memiliki hak kekayaan intelektual, langkah untuk mengembangkan komoditas tersebut pun akan dilakukan.
"Nanti kita sama-sama mengusulkan potensi yang ada dan dikembangkan secara luas tapi memang ini perlu waktu, upaya dan pengkajian yang lebih mendalam agar hasil maksimal," katanya.
Dia melanjutkan, dengan adanya pengembangan komoditas dan varietas unggul lokal tersebut diharapkan masyarakat bisa meningkatkan pendapatannya disana.
"Pengembangan lebih luas ini akan dilakukan tapi memang butuh proses. Yang utama ialah bagaimana masyarakat bisa meningkat pendapatannya dari komoditi itu," ucapnya.
Menurut dia, dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat melalui pengembangan varietas dan komoditas unggul lokal menjadi salah satu implementasi dari ekonomi kerakyatan.
"Ini dilakukan untuk kepentingan serta kemakmuran masyarakat, jadi memang harus berproses perlahan tapi memang yang terpenting untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengembangan komoditas," kata dia.
"Lampung ini punya komoditas dan varietas unggul lokal seperti pisang muli, kopi, damar mata kucing, manggis saburai dan banyak lagi. Ini harus dijaga agar bisa dimanfaatkan untuk peningkatan potensi daerah," ujar Arinal Djunaidi, di Bandarlampung, Selasa.
Ia mengatakan, selain akan mendaftarkan komoditas dan varietas lokal tersebut agar memiliki hak kekayaan intelektual, langkah untuk mengembangkan komoditas tersebut pun akan dilakukan.
"Nanti kita sama-sama mengusulkan potensi yang ada dan dikembangkan secara luas tapi memang ini perlu waktu, upaya dan pengkajian yang lebih mendalam agar hasil maksimal," katanya.
Dia melanjutkan, dengan adanya pengembangan komoditas dan varietas unggul lokal tersebut diharapkan masyarakat bisa meningkatkan pendapatannya disana.
"Pengembangan lebih luas ini akan dilakukan tapi memang butuh proses. Yang utama ialah bagaimana masyarakat bisa meningkat pendapatannya dari komoditi itu," ucapnya.
Menurut dia, dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat melalui pengembangan varietas dan komoditas unggul lokal menjadi salah satu implementasi dari ekonomi kerakyatan.
"Ini dilakukan untuk kepentingan serta kemakmuran masyarakat, jadi memang harus berproses perlahan tapi memang yang terpenting untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengembangan komoditas," kata dia.
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor : Agus Wira Sukarta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Lampung kembangkan pengelolaan bioetanol melalui "multifeedstock" komoditas lokal
02 February 2026 15:38 WIB
Komisi VII DPR: Industri pakan berdaya saing untuk kelola bahan baku lokal
30 January 2026 18:30 WIB
Pemprov Lampung pastikan pembangunan pabrik etanol untuk olah komoditas lokal
02 January 2026 16:33 WIB
Kemenkum Lampung sebut perlindungan kekayaan intelektual komunal berikan kepastian hukum
10 December 2025 15:46 WIB
Tenaga Ahli ESDM jaring aspirasi mahasiswa guna kembangkan potensi energi lokal
04 November 2025 14:01 WIB
Pemkab Lampung Selatan beri pelatihan kewirausahaan kuliner bagi warga lokal
16 October 2025 19:41 WIB
Terpopuler - Komoditas
Lihat Juga
Promo bulan Ramadhan, PLN beri diskon tambah daya hingga 5.500 VA hanya Rp200 ribu
23 March 2023 10:04 WIB, 2023
Kementan gulirkan PSR untuk tingkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit
16 March 2023 20:22 WIB, 2023
Pertamina gandeng Grab hadirkan layanan pesan antar BrightGas melalui GrabMart
16 March 2023 15:37 WIB, 2023
Pupuk Indonesia salurkan 1,42 juta ton pupuk bersubsidi dari Januari hingga Maret
09 March 2023 22:32 WIB, 2023
Pertamina apresiasi masyarakat Lampung dukung penyaluran BBM tepat sasaran
09 March 2023 17:20 WIB, 2023