
Paul Munster sebut paham situasi lawan jadi kunci kalahkan Persebaya

Kami tahu ini akan sulit di Stadion GBT dengan Bonek Bonita, tapi kami fokus, kami punya strategi 100 persen untuk pertandingan ini dan kami berhasil meraih tiga poin
Surabaya (ANTARA) - Pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC Paul Munster menyatakan telah membaca situasi Persebaya sehingga bisa menerapkan strategi jitu yang menjadi kunci kemenangan 2-1 mereka di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu malam.
"Kami tahu ini akan sulit di Stadion GBT dengan Bonek Bonita, tapi kami fokus, kami punya strategi 100 persen untuk pertandingan ini dan kami berhasil meraih tiga poin,” kata Munster dalam konferensi pers setelah pertandingan.
Ia sudah memperkirakan tekanan yang akan diberikan Persebaya pada babak kedua setelah timnya unggul lebih dulu, sehingga melakukan penyesuaian taktik untuk menjaga keunggulan.
Pelatih berkebangsaan Irlandia Utara itu juga menyebut perubahan strategi dilakukan secara situasional karena Persebaya berusaha mengejar gol, namun timnya tetap menciptakan peluang.
"Kami tahu tentu saja Persebaya butuh mencetak gol, jadi secara strategi sedikit taktis saya juga mengubahnya selama pertandingan," ucapnya.
Munster mengaku memiliki perasaan positif saat kembali ke Stadion GBT karena memiliki hubungan baik dengan Persebaya, termasuk pemain, staf, dan suporter.
"Hanya saja minta maaf kami menang, tapi di akhir pertandingan ini adalah sepak bola," tuturnya.
Pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC Frengky Missa menyatakan seluruh pemain menjalankan instruksi pelatih dengan disiplin sejak awal pertandingan.
"Untuk pertandingan tadi, kami menjalankan instruksi dengan baik dari coach Paul," katanya.
Bek sayap kiri tersebut menilai kemenangan diraih karena timnya meredam Persebaya.
"Apa kekuatan lawan, kami menjalankan arahan pelatih dengan baik dan kami bisa mendapatkan tiga poin di kandang lawan,” ujarnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pelatih Bhayangkara sudah baca situasi Persebaya
Pewarta : Indra Setiawan/Naufal Ammar Imaduddin
Editor:
Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
