Suku adat Brazil protes rencana asimilasi
Sabtu, 27 April 2019 16:54 WIB
Anak-anak dari suku Uru-eu-wau-wau mengecat wajahnya saat pertemuan adat di dekat Campo Novo de Rondonia, Brazil. Gambar diambil pada 30 Januari 2019. ANTARA FOTO/REUTERS/pras.
Brasilia (ANTARA) - Dengan mengecat tubuh dan penutup kepala terbuat dari bulu-bulu burung Amazon berwarna-warni, mereka mengayunkan busur dan anak panah dan memukul-mukul drum sambil meneriakkan lagu-lagu perlawanan. Aksi itu terjadi pada akhir pawai tiga-hari di ibu kota Brazil itu dan menyerukan pembebasan lahan.
Ribuan orang yang mewakili lebih 300 suku adat berunjuk rasa mendatangi kantor-kantor pemerintah di Brasilia pada Jumat untuk memprotes kebijakan-kebijakan Presiden Jair Bolsonaro yang mengancam lahan-lahan reservasi mereka.
"Keluarga kami dalam keadaan bahaya, anak-anak kami berada di bawah ancaman, orang-orang kami diserang. Atas nama apa yang mereka katakan kemajuan ekonomi mereka ingin membunuh orang-orang kami," kata David Karal Popygua, seorang anggota suku adat Guarani Mbya dari Negara Bagian Sao Paulo.
Bolsonaro, seorang kapten yang berubah jadi politisi, terpilih sebagai presiden pada Oktober dengan dukungan dari sektor pertanian yang telah mendorong bagi akses kepada lahan-lahan dan kendali lingkungan hidup yang sedikit. Mereka juga menginginkannya untuk mengendurkan undang-undang kepemilikan senjata.
Salah satu langkah pertamanya setelah naik ke tampuk kekuasaan pada 1 Januari ialah membubarkan FUNAI, badan yang mengurusi suku adat, menangani keputusan-keputusan damarkasi reservasi kepada Kementerian Pertanian yang dikendalikan oleh kepentingan perladangan.
"Memalukan bagi negara yang punya pemerintahan yang tidak memahami perjuangan orang-orang dari suku adat dan tak punya pengetahuan mengenai semua populasi suku asli," kata Daran, kepala suku Tupi Guarani.
Brazil memiliki lebih 850.000 orang suku asli yang jumlahnya kurang dari satu persen dari penduduknya. Mereka tinggal di kawasan-kawasan reservasi yang seluas sekitar 13 persen dari wilayah negara itu.
Pemerintah tidak segera memberikan komentar mengenai protes-protes tersebut.
Sumber: Reuters
Ribuan orang yang mewakili lebih 300 suku adat berunjuk rasa mendatangi kantor-kantor pemerintah di Brasilia pada Jumat untuk memprotes kebijakan-kebijakan Presiden Jair Bolsonaro yang mengancam lahan-lahan reservasi mereka.
"Keluarga kami dalam keadaan bahaya, anak-anak kami berada di bawah ancaman, orang-orang kami diserang. Atas nama apa yang mereka katakan kemajuan ekonomi mereka ingin membunuh orang-orang kami," kata David Karal Popygua, seorang anggota suku adat Guarani Mbya dari Negara Bagian Sao Paulo.
Bolsonaro, seorang kapten yang berubah jadi politisi, terpilih sebagai presiden pada Oktober dengan dukungan dari sektor pertanian yang telah mendorong bagi akses kepada lahan-lahan dan kendali lingkungan hidup yang sedikit. Mereka juga menginginkannya untuk mengendurkan undang-undang kepemilikan senjata.
Salah satu langkah pertamanya setelah naik ke tampuk kekuasaan pada 1 Januari ialah membubarkan FUNAI, badan yang mengurusi suku adat, menangani keputusan-keputusan damarkasi reservasi kepada Kementerian Pertanian yang dikendalikan oleh kepentingan perladangan.
"Memalukan bagi negara yang punya pemerintahan yang tidak memahami perjuangan orang-orang dari suku adat dan tak punya pengetahuan mengenai semua populasi suku asli," kata Daran, kepala suku Tupi Guarani.
Brazil memiliki lebih 850.000 orang suku asli yang jumlahnya kurang dari satu persen dari penduduknya. Mereka tinggal di kawasan-kawasan reservasi yang seluas sekitar 13 persen dari wilayah negara itu.
Pemerintah tidak segera memberikan komentar mengenai protes-protes tersebut.
Sumber: Reuters
Pewarta : Mohamad Anthoni
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Peringatan Hari Kartini, BRI Kantor Cabang Tanjung Karang frontliner gunakan pakaian adat
24 April 2025 10:49 WIB, 2025
Ketua Peradi ajak anggota selesaikan sengketa melalui adat budaya Lampung
21 April 2025 14:41 WIB, 2025
Gubernur Lampung sebut Buka Blangan wujud keterbukaan pemerintah ke rakyat
05 March 2025 21:20 WIB, 2025
Gubernur-Wagub Lampung jalani prosesi adat Ngantak serta Buka Belangan
05 March 2025 21:19 WIB, 2025
Pentingnya pengelolaan kawasan hutan register di Lampung yang berpihak pada masyarakat adat
06 February 2025 20:31 WIB, 2025
Terpopuler - Seni dan Budaya
Lihat Juga
Pelukis Lampung pun diundang Taman Budaya Kalsel pameran lukis bertaraf nasional
05 August 2022 9:32 WIB, 2022
Badan Pengelola Keuangan Haji dan Dompet Dhuafa salurkan ratusan ekor hewan kurban
17 July 2022 21:29 WIB, 2022