Logo Header Antaranews Lampung

Absennya pakaian adat saat Hardiknas di Unila menuai kritik

Senin, 4 Mei 2026 13:20 WIB
Image Print
Anggota Komisi VII DPR RI, Rycko Menoza SZP (ANTARA/HO-Dokumen Pribadi

Bandarlampung (ANTARA) - Pelaksanaan upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Universitas Lampung (Unila) pada Sabtu pagi menuai kritik, karena mengabaikan tradisi penggunaan pakaian adat daerah yang seharusnya menjadi simbol kebanggaan dan identitas budaya Lampung.

Tokoh masyarakat Lampung sekaligus Anggota Komisi VII DPR RI, Rycko Menoza SZP, menyayangkan keputusan Rektor beserta para Wakil Rektor yang tidak mengenakan pakaian adat atau batik khas Lampung dalam momentum tersebut.

Menurutnya, sebagai pimpinan lembaga pendidikan tinggi terbesar di "Sai Bumi Ruwa Jurai", rektorat seharusnya menjadi teladan dalam mempromosikan budaya daerah.

"Rasanya pada acara seperti ini, mengenakan dan mempromosikan pakaian adat atau batik khas Lampung akan jauh lebih keren. Tabik Pun," ujar Rycko Menoza dalam keterangannya di Bandarlampung, Senin.

Ia menambahkan bahwa kejadian ini seolah menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap adat istiadat setempat.

"Sangat disayangkan, mereka adalah pimpinan lembaga pendidikan di tanah Lampung, namun beberapa kali terlihat tidak menggunakan atribut yang menghormati adat kita," tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, akademisi Universitas Tulang Bawang (UTB) yang juga mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Tauhidi, menekankan bahwa Hardiknas setiap 2 Mei seharusnya menjadi momentum refleksi kemajuan mutu pendidikan, termasuk pelestarian nilai budaya.

Tauhidi menjelaskan bahwa mengacu pada instruksi kementerian terkait dan tradisi kampus, jajaran pimpinan perguruan tinggi biasanya diwajibkan mengenakan pakaian tradisional daerah setempat saat upacara bendera.

"Pakaian adat itu menunjukkan bahwa perguruan tinggi tersebut merupakan kebanggaan daerah. Sebagai institusi yang mengusung nama 'Lampung' dalam nomenklaturnya, sangat disayangkan apabila Unila menghilangkan tradisi ini pada Hardiknas 2026," kata Tauhidi.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa penggunaan pakaian adat bukan sekadar formalitas, melainkan representasi dari dampak kehadiran perguruan tinggi terhadap lingkungan sosial dan budayanya.

"Ini menjadi pertanyaan besar mengapa tradisi berpakaian adat Lampung tidak lagi digunakan. Padahal, identitas budaya adalah bagian tak terpisahkan dari maruah sebuah lembaga pendidikan di daerah," pungkasnya.



Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026