
Lampung upayakan 15 desa adat jadi destinasi wisata budaya

Bandarlampung (ANTARA) - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan bahwa pemerintah daerah tengah mengupayakan 15 desa adat di wilayah itu menjadi destinasi wisata budaya.
"Pemerintah daerah terus berupaya melestarikan budaya Lampung dengan berbagai program yang sejalan dengan pelestarian budaya," ujar Rahmat Mirzani Djausal berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Senin.
Ia mengatakan pihaknya tengah mengupayakan pengembangan 15 desa adat sebagai destinasi wisata budaya sebagai bentuk pelestarian budaya Lampung.
"Selain itu dalam pelestarian budaya telah dilaksanakan juga berbagai program seperti Gerakan Kamis Berbahasa Lampung, serta kewajiban hotel menampilkan lagu dan kuliner Lampung," katanya.
Dia menjelaskan langkah tersebut tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi UMKM berbasis budaya lokal.
"Budaya adalah identitas Lampung. Kita ingin wisatawan tidak hanya mengenal pantai, tetapi juga bisa mengenal adat, bahasa, dan seni membuat Tapis yang lahir dari tangan-tangan perempuan Lampung," ucap dia.
Menurut dia, budaya daerah menjadi salah satu kekayaan yang harus terus dilestarikan oleh semua pihak.
Sebelumnya diketahui dalam upaya mempertahankan serta melestarikan budaya Lampung, pemerintah daerah beserta berbagai pihak juga telah melakukan berbagai kegiatan seperti upaya pelestarian manuskrip kuno Lampung dengan melakukan digitalisasi naskah.
Kemudian mengembangkan kamus Bahasa Lampung digital, hingga meningkatkan pembelajaran Bahasa Lampung sebagai muatan lokal pembelajaran untuk menambah jumlah penutur Bahasa Lampung.
Dari sisi kepariwisataan pemerintah daerah pun tetap melestarikan budaya asli daerah dengan kegiatan pariwisata salah satunya dengan memasukkan beberapa kegiatan seperti Festival Budaya Sekala Bekhak masuk dalam kalender even daerah.
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
