YKAI: Penderita Kanker Anak Meningkat Tujuh Persen
Kamis, 5 Oktober 2017 8:27 WIB
Seorang relawan Suryo Brahmantyo (34) dicukur rambutnya saat aksi "Berani Gundul" yang diselenggarakan Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (11/2/2017). (ANTARA FOTO/Aji Styawan om)
Jakarta (ANTARA Lampung) - Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAI) menyebutkan jumlah anak yang menderita kanker meningkat tujuh persen setiap tahunnya.
"Setiap tahun, jumlah anak yang menderita kanker meningkat tujuh persen dan sebagian besar berasal dari keluarga prasejahtera," ujar Wakil Ketua Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAI) Mita Priambodo di Jakarta, Rabu (4/10).
Dia mengatakan anak-anak yang menderita kanker terutama dari keluarga prasejahterah kesulitan mendapatkan pengobatan, obat-obatan, serta biaya pengobatan dan perawatan.
"Keluarga yang menjadi anggota BPJS kelas tiga saja kesulitan. YKAI berusaha mengurangi kecemasan orang tua dengan menyediakan obat yang tak mudah didapat," katanya.
Selain itu, distribusi obat untuk anak terkena kanker juga tidak mudah dan harganya mahal.
Untuk itu diperlukan dukungan bagi anak-anak penderita kanker. Salah satu bentuk dukungan seperti yang diberikan oleh Tokio Marine Life Insurance yang membantu mengurangi derita anak-anak yang menderita kanker dengan bergembira di taman bermain.
"Berdasarkan hasil penelitian, cara terbaik melawan kanker adalah dengan meningkatkan sistem imun tubuh. Salah satunya dengan banyak tertawa atau berbahagia," ujar Chief Marketing Officer Tokio Marine Life Insurance Indonesia Sudyawi Sahlan.
Kementerian Kesehatan menyebutkan setidaknya ada sekitar 4.100 kasus kanker di Indonesia pada anak dan menjadi penyebab kematian kedua pada rentang usia 5 sampai 14 tahun.
(ANTARA)
"Setiap tahun, jumlah anak yang menderita kanker meningkat tujuh persen dan sebagian besar berasal dari keluarga prasejahtera," ujar Wakil Ketua Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAI) Mita Priambodo di Jakarta, Rabu (4/10).
Dia mengatakan anak-anak yang menderita kanker terutama dari keluarga prasejahterah kesulitan mendapatkan pengobatan, obat-obatan, serta biaya pengobatan dan perawatan.
"Keluarga yang menjadi anggota BPJS kelas tiga saja kesulitan. YKAI berusaha mengurangi kecemasan orang tua dengan menyediakan obat yang tak mudah didapat," katanya.
Selain itu, distribusi obat untuk anak terkena kanker juga tidak mudah dan harganya mahal.
Untuk itu diperlukan dukungan bagi anak-anak penderita kanker. Salah satu bentuk dukungan seperti yang diberikan oleh Tokio Marine Life Insurance yang membantu mengurangi derita anak-anak yang menderita kanker dengan bergembira di taman bermain.
"Berdasarkan hasil penelitian, cara terbaik melawan kanker adalah dengan meningkatkan sistem imun tubuh. Salah satunya dengan banyak tertawa atau berbahagia," ujar Chief Marketing Officer Tokio Marine Life Insurance Indonesia Sudyawi Sahlan.
Kementerian Kesehatan menyebutkan setidaknya ada sekitar 4.100 kasus kanker di Indonesia pada anak dan menjadi penyebab kematian kedua pada rentang usia 5 sampai 14 tahun.
(ANTARA)
Pewarta : Indriani
Editor : Samino Nugroho
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Fajar Irawan, Pengusaha muda yang berani untuk memperkenalkan merek lokal
06 December 2024 14:00 WIB, 2024
Mantan bintang Inggris nilai timnas Inggris tak berani tarung lawan Spanyol
15 July 2024 11:24 WIB, 2024
PBNU sebut izin tambang untuk ormas merupakan upaya berani Presiden Jokowi
03 June 2024 10:50 WIB, 2024
Gus Yahya sebut konsesi tambang untuk ormas langkah berani Presiden Jokowi
03 June 2024 8:37 WIB, 2024
Dinas PPPA Lampung edukasi warga untuk berani laporkan kasus kekerasan
25 March 2024 19:04 WIB, 2024