"Student Mobility" Bawa Widia Belajar ke China
Rabu, 3 Agustus 2016 6:50 WIB
Widia Savitri yang segera mewujudkan impiannya bisa belajar ke luar negeri melalui Program Student Mobility di Nantong Vocational University (NTVU) China. (FOTO: ANTARA Lampung/Ist)
Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Mahasiswi Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya Lampung, Widia Savitri segera mewujudkan impiannya untuk bisa belajar ke luar negeri melalui Program Student Mobility di Nantong Vocational University (NTVU) China.
"Alhamdulillah, saya senang dan bersyukur bisa memperoleh kesempatan mengikuti Program Student Mobility ke China dan berangkat pada 25 Agustus mendatang," ujar Widia dengan wajah tampak berseri saat ditemui di Bandarlampung, Rabu.
Tak hanya mendapatkan pengalaman belajar ke luar negeri, semoga kesempatan ini juga menjadi kebanggaan bagi keluarga, ujarnya.
Mahasiswi Jurusan Teknik Informatika ini memperoleh beasiswa dari IBI Darmajaya untuk mengikuti Program Student Mobility periode VI yang akan berlangsung selama satu semester mulai Agustus 2016-Januari 2017.
Mahasiswi peraih Beasiswa Bidik Misi itu memiliki ayah yang bekerja sebagai sopir mobil pick up. Namun hal itu tak lantas membuat Widia patah semangat untuk mengejar mimpinya, bahkan menjadi motivasi baginya untuk menjadi kebanggaan keluarga.
"Saya berusaha belajar dengan bersungguh-sungguh supaya meraih prestasi akademik yang memuaskan. Selain itu, saya juga aktif mengikuti study club yang digelar Kantor Urusan Hubungan Internasional Darmajaya agar menambah kemampuan dalam berbahasa asing," ujarnya pula.
Gadis kelahiran 20 Januari 1996 ini mengaku sangat tertarik mendatangi negara berjuluk Negeri Tirai Bambu itu. Menurutnya, China atau Tiongkok merupakan negara yang sangat maju dan sangat berkembang pesat di bidang teknologi, pendidikan, industri, dan lainnya.
"Saya sering melihat China dari film, berita di televisi, dan buku. China dikenal dengan ragam kebudayaan yang menarik. Selain itu, juga memiliki penemuan-penemuan teknologi yang modern dan canggih, saya jadi ingin sekali naik kereta api tercepat di China," ujar anak pertama dari dua bersaudara itu pula.
Kepala Kantor Urusan Hubungan Internasional (KUHI) IBI Darmajaya Rahmalia Syahputri mengatakan, tak hanya Widia, Program Student Mobility ke Nantong Vocational University China juga diikuti Resti Riana Putri dari Jurusan Sistem Informasi.
Selain NTVU, Program Student Mobility periode VI itu juga akan diikuti empat mahasiswa lainnya ke Rajamangala University of Technology Krugthep (RUTK) Thailand.
Mereka adalah Christine Dian Pertiwi dan Ribka dari Jurusan Akuntansi, serta Zainudin dan Ronal Diantry dari Jurusan Manajemen.
Dia menyatakan, ada enam mahasiswa yang akan mengikuti Program Student Mobility itu.
Sebelum keberangkatan, mereka terlebih dahulu menjalani proses pembekalan meliputi kemampuan bahasa Inggris, akademik, pengetahuan budaya dan adat sopan santun sesuai dengan negara yang akan mereka datangi.
"Diharapkan mahasiswa bisa lebih siap dan memanfaatkan kesempatan belajar di luar negeri ini dengan sebaik mungkin dalam menambah pengetahuan, pengalaman, serta memperluas wawasan internasional," katanya.
"Alhamdulillah, saya senang dan bersyukur bisa memperoleh kesempatan mengikuti Program Student Mobility ke China dan berangkat pada 25 Agustus mendatang," ujar Widia dengan wajah tampak berseri saat ditemui di Bandarlampung, Rabu.
Tak hanya mendapatkan pengalaman belajar ke luar negeri, semoga kesempatan ini juga menjadi kebanggaan bagi keluarga, ujarnya.
Mahasiswi Jurusan Teknik Informatika ini memperoleh beasiswa dari IBI Darmajaya untuk mengikuti Program Student Mobility periode VI yang akan berlangsung selama satu semester mulai Agustus 2016-Januari 2017.
Mahasiswi peraih Beasiswa Bidik Misi itu memiliki ayah yang bekerja sebagai sopir mobil pick up. Namun hal itu tak lantas membuat Widia patah semangat untuk mengejar mimpinya, bahkan menjadi motivasi baginya untuk menjadi kebanggaan keluarga.
"Saya berusaha belajar dengan bersungguh-sungguh supaya meraih prestasi akademik yang memuaskan. Selain itu, saya juga aktif mengikuti study club yang digelar Kantor Urusan Hubungan Internasional Darmajaya agar menambah kemampuan dalam berbahasa asing," ujarnya pula.
Gadis kelahiran 20 Januari 1996 ini mengaku sangat tertarik mendatangi negara berjuluk Negeri Tirai Bambu itu. Menurutnya, China atau Tiongkok merupakan negara yang sangat maju dan sangat berkembang pesat di bidang teknologi, pendidikan, industri, dan lainnya.
"Saya sering melihat China dari film, berita di televisi, dan buku. China dikenal dengan ragam kebudayaan yang menarik. Selain itu, juga memiliki penemuan-penemuan teknologi yang modern dan canggih, saya jadi ingin sekali naik kereta api tercepat di China," ujar anak pertama dari dua bersaudara itu pula.
Kepala Kantor Urusan Hubungan Internasional (KUHI) IBI Darmajaya Rahmalia Syahputri mengatakan, tak hanya Widia, Program Student Mobility ke Nantong Vocational University China juga diikuti Resti Riana Putri dari Jurusan Sistem Informasi.
Selain NTVU, Program Student Mobility periode VI itu juga akan diikuti empat mahasiswa lainnya ke Rajamangala University of Technology Krugthep (RUTK) Thailand.
Mereka adalah Christine Dian Pertiwi dan Ribka dari Jurusan Akuntansi, serta Zainudin dan Ronal Diantry dari Jurusan Manajemen.
Dia menyatakan, ada enam mahasiswa yang akan mengikuti Program Student Mobility itu.
Sebelum keberangkatan, mereka terlebih dahulu menjalani proses pembekalan meliputi kemampuan bahasa Inggris, akademik, pengetahuan budaya dan adat sopan santun sesuai dengan negara yang akan mereka datangi.
"Diharapkan mahasiswa bisa lebih siap dan memanfaatkan kesempatan belajar di luar negeri ini dengan sebaik mungkin dalam menambah pengetahuan, pengalaman, serta memperluas wawasan internasional," katanya.
Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pengalaman mahasiswa UTeM Malaysia jalani program "student mobility" di itera
22 November 2024 7:28 WIB, 2024
IIB Darmajaya gelar sosialisasi student mobility bersama mahasiswa asing
09 April 2024 12:58 WIB, 2024
Sandiaga optimis target kunjungan wisman tercapai menyusul pandemi terkendali
19 July 2022 20:56 WIB, 2022
Ministry of Health asks people to reduce mobility amid Omicron threat
29 December 2021 7:43 WIB, 2021
Indonesian Government extends of emergency mobility restrictions until July 25
21 July 2021 8:04 WIB, 2021
Google luncurkan COVID-19 Community Mobility Reports, bantu warga dan pemerintah
04 April 2020 9:58 WIB, 2020