Logo Header Antaranews Lampung

Kapolda: 116 Jenazah Korban Tsunami Teridentifikasi

Jumat, 28 Desember 2018 14:51 WIB
Image Print
Kapolda Lampung Irjen Purwadi Arianto saat melepas jenazah yang telah teridentifikasi, di RSUD Bob Bazar, Kalianda, Lampung Selatan, Jumat (28/12 /2018) (Antara Lampung/Agus Wira Sukarta)
Hingga Kamis (27/12) malam, jumlah korban meninggal sebanyak 115 orang. Namun tadi pagi korban bertambah satu orang hingga total menjadi 116.

Kalianda, Lampung (Antaranews Lampung ) - Kapolda Lampung Irjen Purwadi Arianto, mengatakan bahwa sebanyak 116 jenazah korban bencana tsunami di Lampung telah teridentifikasi.

"Hingga Kamis (27/12) malam, jumlah korban meninggal sebanyak 115 orang. Namun tadi pagi korban bertambah satu orang hingga total menjadi 116," kata dia, penyerahan jenazah salah satu korban
di Rumah Sakit Umum Daerah Bob Bazar Kalianda, Lampung Selatan, Jumat.

Ia menyebutkan, satu jenazah yang ditemukan Jumat (28/12) pagi oleh tim DVI, masyarakat dan Babinkamtibmas di kawasan pesisir Lampung Selatan.

Terkait korban hilang, dikatakan Kapolda, sampai sekarang jumlah pengaduan orang hilang berjumlah 48 orang, 34 orang sudah ditemukan dan 14 lainnya masih dalam pencarian tim SAR maupun BNPB.

Kapolda berharap dalam waktu singkat semua korban yang masih hilang bisa segera ditemukan baik hidup maupun sudah meninggal dunia.

Irjen Purwadi Arianto, menjelaskan berdasarkan data di rumah sakit, sampai kemarin jumlah korban yang dirawat berjumlah 3.130 orang, 2.764 mengalami luka ringan dan luka berat sebanyak 366, dan hingga saat ini tinggal 51 orang yang masih menjalani perawatan.

Di sisi lain, mantan Wakapolda Metro Jaya mengatakan, saat ini pengungsi dari Pulau Sebesi dan Sebuku, Lampung Selatan terus berdatangan dan semua pengungsi telah ditangani dengan baik serta telah mendapat bantuan yang diperlukan.

"Saat ini listrik dilokasi terdampak tsunami sudah normal, sampah-sampah maupun puing-puing sudah dibersihkan, tinggal hanya pemulihan saja," tambahnya.



Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2026