Logo Header Antaranews Lampung

BPS catat nilai tukar petani Lampung pada Mei naik 3,29 persen

Selasa, 2 Juni 2026 21:16 WIB
Image Print
Ilustrasi - Petani yang ada di Kabupaten Pesawaran sedang mengolah lahan. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi

Bandarlampung, Lampung (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung menyatakan bahwa nilai tukar petani (NTP) di Provinsi Lampung pada Mei 2026 mengalami kenaikan sebesar 3,29 persen dibandingkan April 2026.

"Nilai tukar petani Provinsi Lampung Mei 2026 sebesar 128,01 atau naik 3,29 persen dibanding nilai tukar petani di bulan sebelumnya yakni sebesar 123,93," ujar Statistisi Ahli Muda BPS Lampung M Sabiel Adi Prakasa, dalam keterangannya secara daring di Bandarlampung, Lampung, Selasa.

Ia mengatakan kenaikan tersebut didorong oleh menguatnya indeks harga yang diterima petani (It) sebesar 4,35 persen menjadi 165,36, sementara indeks harga yang dibayar petani (Ib) hanya mengalami kenaikan sebesar 1,02 persen menjadi 129,18.

"Nilai tukar petani ini merupakan indikator yang membandingkan antara indeks harga yang diterima petani atas hasil produksinya dengan indeks harga yang dibayar petani dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Komoditas utama yang turut mendorong peningkatan indeks harga terima petani antara lain tomat, cabai merah, dan sawi hijau. Selain itu komoditas sejenis seperti cabai merah, tomat, dan sawi hijau juga menjadi pendorong utama pada kenaikan indeks harga bayar petani dari sisi konsumsi rumah tangga," katanya.

Dia melanjutkan jika dirinci menurut subsektor, kenaikan nilai tukar petani secara bulanan didominasi oleh subsektor hortikultura yang mengalami peningkatan sebesar 17,58 persen yakni dari 117,08 menjadi 137,67.

"Kenaikan positif juga diikuti oleh subsektor tanaman perkebunan rakyat yang naik sebesar 3,95 persen menjadi 159,03, subsektor peternakan naik 1,58 persen menjadi 101,55. Serta subsektor tanaman pangan yang ikut tumbuh 1,07 persen menjadi 107,43," ucap dia.

Kemudian, subsektor perikanan menjadi satu-satunya sektor yang terkoreksi negatif sebesar 1,69 persen menjadi 104,18, yang disebabkan oleh penurunan pada kelompok perikanan tangkap sebesar 2,13 persen dan perikanan budidaya sebesar 1,36 persen.

"Meskipun subsektor perikanan mengalami sedikit tekanan dari sisi harga, sebagian besar subsektor pertanian utama di Provinsi Lampung mencatatkan performa yang sangat impresif, terutama komoditas hortikultura dan perkebunan rakyat. Perkembangan ini mencerminkan pulihnya daya tawar dan penguatan kesejahteraan petani Lampung secara umum dalam menghadapi dinamika pasar di pertengahan triwulan kedua tahun 2026," tambahnya.



Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026