Logo Header Antaranews Lampung

BPS sebut nilai tukar petani Lampung naik 0,64 persen pada Desember 2025

Senin, 5 Januari 2026 20:33 WIB
Image Print
Ilustrasi- Lahan pertanian yang tengah dipersiapkan untuk ditanam di Kabupaten Pringsewu. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.
Nilai tukar petani di Provinsi Lampung pada Desember 2025 tercatat mencapai nilai indeks sebesar 130,15 atau mengalami kenaikan sebesar 0,64 persen dibandingkan bulan sebelumnya

Bandarlampung (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung menyatakan bahwa nilai tukar petani (NTP) di provinsi tersebut mengalami kenaikan sebesar 0,64 persen di Desember 2025.

"Nilai tukar petani di Provinsi Lampung pada Desember 2025 tercatat mencapai nilai indeks sebesar 130,15 atau mengalami kenaikan sebesar 0,64 persen dibandingkan bulan sebelumnya," ujar Statistisi Ahli Muda BPS Lampung M Sabiel berdasarkan keterangan secara daring di Bandarlampung, Senin.

Ia mengatakan kenaikan nilai tukar petani Lampung di Desember 2025 tersebut didorong oleh adanya peningkatan pada beberapa subsektor antara lain sektor tanaman pangan yang naik sebesar 1,62 persen, kemudian sektor hortikultura yang meningkat 5,64 persen, sektor peternakan naik 0,05 persen.

Kemudian sektor perikanan tangkap naik 0,57 persen, sementara dua subsektor yang mengalami penurunan adalah sektor perkebunan rakyat yang turun sebesar 0,50 persen dan perikanan budidaya yang turun sebesar 1,06 persen.

"Indikator nilai tukar petani ini merupakan perbandingan antara indeks harga yang diterima petani atas hasil produksinya dibandingkan dengan indeks harga yang dibayar petani untuk memenuhi kebutuhannya," ucap dia.

Dia melanjutkan untuk nilai tukar usaha petani selama Desember 2025 mengalami peningkatan sebesar 1,87 persen dibandingkan November 2025 yakni dari 133,29 menjadi 135,78.

"Dan pada Desember 2025 terjadi peningkatan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) Provinsi Lampung sebesar 1,35 persen, hal ini dominan disebabkan oleh naiknya indeks kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,06 persen," tambahnya.



Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026