Logo Header Antaranews Lampung

Kemenhaj pastikan makanan RTE dapat langsung disantap tanpa dipanaskan

Rabu, 20 Mei 2026 17:22 WIB
Image Print
Petugas menunjukkan makanan siap santap atau Ready to Eat (RTE) untuk jamaah calon haji di Makkah, Rabu (20/5/2026). ANTARA/HO-MCH 2026
Ini sudah bisa langsung dibuka dan dimakan

Makkah (ANTARA) - Kementerian Haji (Kemenhaj) memastikan makanan siap santap atau Ready to Eat (RTE) yang disediakan untuk jamaah calon haji pada puncak haji sebagai praktis karena dapat langsung dikonsumsi tanpa perlu dimasak atau dipanaskan terlebih dahulu.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji Kemenhaj Jaenal Effendi mengatakan kepraktisan tersebut dirancang khusus untuk memudahkan kegiatan jamaah calon haji selama berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

"Ini sudah bisa langsung dibuka dan dimakan. Tidak perlu dipanaskan," ujar dia di Makkah, Rabu.

Kemasan makanan tersebut juga didesain fungsional sehingga dapat langsung dijadikan wadah makan.

Untuk mengantisipasi kebingungan di lapangan, petugas haji akan disiagakan guna memberikan edukasi.

"Khawatirnya ada jamaah calon haji yang tidak terbiasa makan makanan RTE ini, nanti ada petugas yang menyampaikan bahwa ini tinggal dibuka, digunting, langsung dimakan," kata dia.

Pemerintah secara total menyiapkan 3,08 juta porsi makanan siap santap untuk fase puncak haji. Makanan praktis tersebut dikemas dengan baik dan telah teruji di laboratorium memiliki daya tahan hingga 18 bulan.

Untuk menjaga selera makan jamaah calon haji di Tanah Suci, Kemenhaj memastikan seluruh menu mengusung cita rasa nusantara. Beragam varian menu yang ditawarkan, meliputi nasi uduk daging, kari ayam, hingga rendang.

Paket konsumsi tersebut juga dipastikan telah memenuhi standar tingkat komponen dalam negeri (TKDN), yang berarti minimal 50 persen bahan baku dalam paket makanan itu produk asli dari Indonesia.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemenhaj: Makanan RTE dapat langsung disantap tanpa dipanaskan



Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026