
Lampung Selatan targetkan UMKM otak-otak dan pempek tembus pasar nasional

Kami terus memperkuat daya saing pelaku UMKM khususnya sektor kuliner, seperti otak-otak dan pempek
Lampung Selatan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menargetkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) olahan makanan khas seperti otak-otak dan pempek mampu menembus pasar nasional melalui penguatan kualitas produk, pemasaran digital, dan dukungan perizinan usaha.
"Kami terus memperkuat daya saing pelaku UMKM khususnya sektor kuliner, seperti otak-otak dan pempek lokal melalui kegiatan peningkatan standardisasi mutu yang diselenggarakan Dinas Koperasi dan UKM Lampung Selatan,” kata Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Lampung Selatan Tri Umaryani di Kalianda Rabu.
Ia menegaskan bahwa Lampung Selatan memiliki potensi besar di sektor kuliner, terutama produk otak-otak dan pempek yang selama ini dikenal sebagai salah satu oleh-oleh favorit masyarakat maupun wisatawan.
“Kalau bicara Lampung Selatan, rata-rata orang yang datang pasti mencari otak-otak. Ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagaimana produk UMKM kita bisa semakin berkualitas dan berdaya saing,” ujar dia.
Menurutnya, meningkatnya kunjungan wisatawan ke Lampung Selatan harus menjadi momentum bagi pelaku UMKM untuk terus berinovasi, mulai dari peningkatan kualitas rasa, kemasan produk, legalitas usaha, hingga strategi pemasaran digital.
Dia menyampaikan, Bupati Radityo Egi Pratama terus mendorong agar masyarakat yang datang ke Lampung Selatan tidak hanya singgah, tetapi juga mendapatkan pengalaman berkesan, termasuk melalui kekuatan kuliner khas daerah.
“Pak Bupati terus mendorong bagaimana orang datang ke Lampung Selatan bukan hanya sekadar mampir, tetapi bisa tinggal dan mendapatkan pengalaman yang berkesan, termasuk melalui kuliner khas daerah,” katanya.
Lebih lanjut, Tri menegaskan Pemkab Lampung Selatan berkomitmen mendampingi UMKM melalui berbagai program, mulai dari fasilitasi perizinan usaha, sertifikasi halal, akses pembiayaan, hingga pelatihan pemasaran digital.
“Kalau ada UMKM yang belum punya izin usaha, belum punya sertifikat halal, atau masih terkendala modal, nanti akan kita bantu dan fasilitasi bersama,” ucapnya.
Selain itu, pihaknya juga mendorong pelaku UMKM agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tren pasar yang kini semakin berbasis digital.
“Sekarang dunia usaha sudah berubah. Pelaku UMKM harus kreatif, inovatif, dan memanfaatkan media digital untuk memperluas pasar produknya,” ujarnya.
Melalui program ini, Pemkab Lampung Selatan berharap UMKM lokal, khususnya pelaku usaha otak-otak dan pempek, dapat terus berkembang, naik kelas, dan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pewarta : Riadi Gunawan
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
