Logo Header Antaranews Lampung

Pemprov Lampung: Ketersediaan telur ayam memadai jelang Ramadhan

Selasa, 10 Februari 2026 20:35 WIB
Image Print
Ilustrasi- Stok telur ayam saat pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di lingkungan Kantor Pemerintah Provinsi Lampung. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.
Berdasarkan data proyeksi neraca komoditas bahan pangan hewani Provinsi Lampung periode Januari-April 2026 untuk telur ayam ketersediaan ada sebanyak 236.264 ton

Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menyatakan bahwa ketersediaan telur ayam di daerahnya mencapai 236.264 ton dan mampu mencukupi konsumsi masyarakat menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri 2026.

"Berdasarkan data proyeksi neraca komoditas bahan pangan hewani Provinsi Lampung periode Januari-April 2026 untuk telur ayam ketersediaan ada sebanyak 236.264 ton," ujar Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung Mulyadi Irsan di Bandarlampung, saat pelaksanaan High Level Meeting (HLM) Bank Indonesia di Lampung, Selasa.

Ia memastikan jumlah tersebut sangat mencukupi untuk kebutuhan telur ayam di Lampung yang diproyeksikan mencapai 42.813 ton, sehingga terdapat surplus pasokan 193.450 ton.

Dengan pasokan yang berlebih, ia menegaskan tidak ada kekhawatiran secara khusus mengenai ketersediaan telur ayam, apalagi pantauan atas pengendalian harga telur ayam terus dilakukan.

"Upaya pengendalian harga dan ketersediaan untuk komoditas telur ayam dilakukan dengan melakukan pemantauan informasi harga telur ayam ras di tingkat produsen dan telur ayam ras tingkat konsumen," katanya.

Terkait pemenuhan pasokan telur, pemerintah daerah setempat telah rutin melakukan rapat koordinasi terkait harga dan stok telur ayam dengan Asosiasi Pinsar Petelur Nasional, dan Perusahaan Pembibitan dan Gabungan Perusahaan Makanan Ternak.

Dalam kesempatan ini, Mulyadi turut memaparkan ketersediaan daging ayam saat ini yang tercatat sebanyak 65.313 ton. Jumlah ini memenuhi kebutuhan yang diperkirakan mencapai 41.679 ton, atau surplus sebanyak 23.634 ton.

Menurut dia, pengendalian harga daging ayam telah dilakukan melalui pemantauan informasi harga ayam broiler hidup di tingkat produsen serta daging ayam broiler tingkat konsumen.

"Kemudian melakukan rapat koordinasi terkait harga dan stok daging ayam dengan pihak terkait seperti dengan Bulog, Asosiasi Perhimpunan Industri Peternakan Ayam Ras, perusahaan pembibitan dan Gabungan Perusahaan Makanan Ternak," tambahnya.

Untuk ketersediaan daging sapi, pihaknya juga mencatat saat ini terdapat 9.979 ton, atau melebihi dari kebutuhannya sebanyak 9.642 ton, sehingga ada surplus sebanyak 337 ton.

"Untuk upaya pengendalian harga dan ketersediaan daging sapi dilakukan dengan pemantauan informasi harga sapi di tingkat produsen serta daging sapi tingkat konsumen. Lalu melakukan pemantauan stok sapi siap potong di kabupaten dan kota serta feedloter," katanya.


Baca juga: Gubernur Lampung minta antisipasi lonjakan permintaan jelang Ramadhan

Baca juga: Lampung memulai program Hilirisasi Ayam Terintegrasi untuk penguatan pangan

Baca juga: Lampung Selatan perkuat ketahanan pangan melalui hilirisasi peternakan



Pewarta :
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026