Logo Header Antaranews Lampung

Polinela hadirkan empat paket wisata edu-ekowisata di Desa Poncowati Lampung Tengah

Sabtu, 22 November 2025 09:15 WIB
Image Print
Polinela Hadirkan empat paket wisata Edu-Ekowisata di Desa Poncowati, Lampung Tengah (ANTARA/HO-Polinela) (ANTARA/HO-Polinela)
Paket wisata ini dibuat agar masyarakat menjadi pelaku utama pembangunan desa.

Bandarlampung (ANTARA) - Program Mahasiswa Berdampak (PM-BEM) Politeknik Negeri Lampung (Polinela) tahun pendanaan 2025 menunjukkan kontribusi nyata dalam pembangunan desa melalui pengembangan agrowisata edukatif di Desa Wisata Poncowati, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah.

Program ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat yang didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Inisiatif ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo-Gibran, khususnya agenda “Membangun Kota dan Desa Berkelanjutan”, “Meningkatkan Kesejahteraan Petani dan Nelayan”, serta “Revolusi Mental dan Penguatan Karakter Bangsa”.

Selain itu, program ini juga mendukung pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan).

Sebagai wujud implementasi, tim PM-BEM Polinela yang digawangi oleh Dr Anwar Rahman, Ali Muropo, SPd, MA dan Sutarni, SP, MEP, bersama 20 orang anggota BEM Polinela serta Pokdarwis dan Karang Taruna berhasil mengembangkan empat paket wisata edukatif unggulan.

Paket tersebut antara lain Edu Farm Tour (Wisata Pertanian Terpadu) yang mengajak wisatawan mengenal proses pertanian dari hulu ke hilir, mulai menanam sayuran, panen buah, fun games, memberi makan ternak, hingga belajar biogas dan pupuk organik.

Kemudian, Eco-Animal Farm Learning (Wisata Edukasi Peternakan) yang mengajak pengunjung dapat memancing, panen ikan, belajar budidaya lele, ayam petelur, hingga edukasi lebah madu.

Selanjutnya, Agro-Culinary Local Wisdom yang menawarkan pengalaman kuliner khas seperti petis belimbing, seblak, bakso lokal, herbal VCO, dan madu Poncowati.

Dan, Agro-Adventure and Digital Spot Tour yang merupakan paket petualangan yang terintegrasi dengan QR Code Edukasi Digital, meliputi kebun nanas, sarang tawon madu, kebun belimbing, penangkaran burung–kelinci, serta budidaya lebah lanceng.

Ketua pelaksana Anwar Rahman dalam pernyataan, Sabtu, menegaskan bahwa program ini mengutamakan partisipasi masyarakat.

"Paket wisata ini dibuat agar masyarakat menjadi pelaku utama pembangunan desa. Digitalisasi seperti QR Trail menjadi kunci untuk menarik minat generasi muda dan wisatawan modern," kata Anwar.

Program ini juga menghasilkan sejumlah luaran penting, seperti modul pelatihan ber-HKI, papan interpretasi, sistem reservasi online, serta pembentukan Pokdarwis Muda untuk memperkuat tata kelola desa wisata. Dampaknya mulai terlihat melalui peningkatan kunjungan wisata dan bertambahnya peluang ekonomi bagi warga.

Kepala Desa Poncowati turut mengapresiasi upaya Polinela karena inovasi ini sejalan dengan arah pembangunan nasional dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

"Kami siap melanjutkan program ini dalam RPJMDes," katanya.

Melalui PM-BEM Polinela, desa wisata tidak hanya dikembangkan sebagai destinasi rekreasi, tetapi juga sebagai pusat pendidikan lingkungan, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat berkelanjutan yang relevan dengan agenda pembangunan Indonesia ke depan.

Baca juga: Prodi Tekben Polinela adakan pelatihan produksi benih dan buah melon kepada petani muda

Baca juga: Tim Polinela temukan manfaat maggot BSF untuk pengelolaan feses ayam broiler

Baca juga: Lampung hibahkan lahan 50 hektare untuk Polinela di Kota Baru



Pewarta :
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026