Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung berupaya untuk memperluas jangkauan kelas migran vokasi untuk membuka akses kerja keluar negeri bagi pelajar sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan di provinsi tersebut.
"Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen dan mengupayakan untuk memperluas jangkauan dan memperkuat implementasi Program Kelas Migran Vokasi. Agar semakin banyak sekolah dapat mengikuti kelas vokasi migran, serta dapat membuka akses kerja luar negeri bagi pelajar SMA dan SMK di Provinsi Lampung," ujar Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Senin.
Ia mengatakan, program tersebut menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Lampung, sebab Lampung menjadi provinsi pertama percontohan pelaksanaan Program Kelas Migran Vokasi bagi siswa SMK dan SMA secara nasional.
"Saya senang sekali kelas migran vokasi sudah berjalan di beberapa sekolah. Di SMKN 4 ini saya melihat langsung bagaimana siswa antusias mengikuti pelatihan,” katanya.
Dia menjelaskan, selain membuka akses kerja keluar negeri, melalui program tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Provinsi Lampung sesuai dengan salah misi Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung yaitu memperkuat sumber daya manusia yang unggul dan produktif.
"Kami sangat mengapresiasi atas semangat dan antusiasme para siswa yang mengikuti kelas migran vokasi hari ini," ucap dia.
Ia melanjutkan bahwa program itu bukan sekadar pelatihan bahasa, tetapi menjadi jembatan yang membuka peluang kerja bagi generasi muda Lampung ke luar negeri.
"Banyak sekali siswa yang memiliki harapan besar untuk bisa bekerja atau melanjutkan karier ke Jepang atau keluar negeri, sehingga keberadaan program ini harus mampu mengakomodasi aspirasi tersebut," tambahnya.
Menurut dia, tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah adanya keterbatasan tenaga pengajar Bahasa Jepang. Dan pemerintah daerah tengah mengupayakan pemenuhan kebutuhan akan tenaga pengajar Bahasa Jepang tersebut, sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan tinggi.
"Kami sedang koordinasi dengan universitas-universitas, termasuk dengan Universitas Indonesia, untuk menjajaki sinergi dan kolaborasi agar kebutuhan pengajar Bahasa Jepang dapat terpenuhi disini," ujar dia.
Sebelumnya diketahui pada 30 Juli 2025 yang lalu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) pelaksanaan program tersebut dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.
Baca juga: 93 sekolah di Lampung telah jalankan Kelas Migran Vokasi
Baca juga: Disnaker Lampung gelar pelatihan vokasi di 22 desa untuk tambah keterampilan kerja
Baca juga: Gubernur: Pelatihan vokasi masyarakat desa dorong inovasi
