
93 sekolah di Lampung telah jalankan Kelas Migran Vokasi

Program Kelas Migran Vokasi mengalami perkembangan positif selama penerapannya di Lampung, meski masih sempat menghadapi sejumlah hambatan tekni
Bandarlampung (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung menyatakan telah ada 93 Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di daerah itu yang sudah menjalankan Program Kelas Migran Vokasi.
"Program Kelas Migran Vokasi mengalami perkembangan positif selama penerapannya di Lampung, meski masih sempat menghadapi sejumlah hambatan teknis," ujar Kepala Disdikbud Provinsi Lampung Thomas Amirico dalam keterangannya di Bandarlampung, Senin.
Ia menyampaikan saat ini telah ada 93 sekolah yang menjalankan program tersebut, dengan peserta mencapai 2.658 siswa dari target 240 sekolah.
"Sedangkan untuk lebih dari 5.000 siswa lainnya sedang menunggu giliran dan diperkirakan mulai mengikuti pembelajaran pada bulan ini. Di sini ada 37 orang pengajar Bahasa Jepang yang mengajar di SMKN maupun SMAN, dan untuk kekurangan pengajar Bahasa Jepang nanti kami coba tambah dengan 51 pengajar Bahasa Jepang dari eksternal,” katanya.
Ia memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung akan terus mengawasi proses pembelajaran, termasuk peningkatan kualitas pengajaran, kesiapan uji kompetensi, dan penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja Jepang.
Kemudian penting juga untuk menghadirkan sertifikasi Bahasa Jepang tingkat N4 di Lampung, agar siswa tidak perlu ke luar daerah untuk mendapatkan sertifikat keahlian bahasa tersebut.
“Tahun ini beberapa perusahaan Jepang akan datang langsung ke Lampung untuk melihat proses pembelajaran dan menyiapkan rekrutmen. Kami berharap siswa yang telah siap bisa langsung terserap sebagai tenaga kerja,” ucap dia.
Menurut dia, saat ini terdapat delapan sektor yang menjadi fokus penyiapan tenaga kerja, seperti caregiver, hospitality, dan manufaktur.
Tanggapan tambahan dikatakan Kepala Sekolah SMKN 4 Bandarlampung Dewi Ningsih yang menjelaskan bahwa di SMKN 4 Bandarlampung terdapat 58 siswa yang mengikuti Program Kelas Migran Vokasi dan telah dilakukan penyesuaian jadwal agar proses pembelajaran tidak mengganggu kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) siswa kelas XII.
“Kami sudah bersurat ke industri agar PKL berlangsung Senin sampai Kamis, sehingga Jumat sampai Sabtu mereka belajar penuh di sekolah untuk Bahasa Jepang,” kata Dewi Ningsih.
Ia menjelaskan setelah siswa menyelesaikan tahap penguasaan bahasa dan budaya, siswa akan masuk tahap peminatan dan uji kompetensi.
Diketahui melalui Program Kelas Migran Vokasi tersebut, Pemprov Lampung ingin memastikan bahwa siswa siap menghadapi peluang kerja luar negeri dengan keterampilan, sertifikasi, dan kesiapan budaya.
Selain memperbaiki sistem pengajaran, pemerintah juga memperluas jejaring dengan kementerian, lembaga penyedia pelatihan, serta perusahaan Jepang yang siap memfasilitasi proses rekrutmen.
Dengan percepatan yang terus dilakukan, Pemprov Lampung optimistis seluruh sekolah sasaran dapat mulai berjalan dalam waktu dekat, sehingga semakin banyak pelajar Lampung yang memperoleh kesempatan meraih masa depan di pasar kerja internasional.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Siap kerja, Pemprov Lampung: 93 SMA/SMK jalankan Kelas Migran Vokasi
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
