Logo Header Antaranews Lampung

Dinkes Lampung Selatan pastikan lakukan pengasapan di daerah rawan DBD

Selasa, 26 Agustus 2025 20:51 WIB
Image Print
Petugas saat melakukan fogging atau pengasapan di desa yang terdapat warga yang terkena penyakit DBD. ANTARA/Riadi Gunawan
Setelah kami mendapatkan data, kami akan melakukan penyelidikan epidemiologi (PE), jika hasilnya positif maka akan kami fogging di hari yang sama atau H+1 setelah PE

Lampung Selatan (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan memastikan di daerah rawan penyebaran demam berdarah dengue (DBD) telah dilakukan fogging atau pengasapan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular pada Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan, Jamaluddin, di Kalianda, Selasa, menjelaskan hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi penyebaran nyamuk penyebab DBD.

"Setelah kami mendapatkan data, kami akan melakukan penyelidikan epidemiologi (PE), jika hasilnya positif maka akan kami fogging di hari yang sama atau H+1 setelah PE,” kata dia.

Menurut dia, fogging tersebut perlu digencarkan, sebab jumlah kasus DBD pada Agustus 2025, meningkat dari tahun sebelumnya dengan periode bulan yang sama.

"Di bulan Agustus 2024 ada 26 kasus DBD, sementara pada periode yang sama 2025 terdapat 28 kasus. Angkanya bisa bertambah mengingat Agustus masih ada beberapa hari ke depan," ucapnya.

Ia menerangkan, dengan banyaknya warga yang terpapar penyakit itu, pihaknya melakukan berbagai upaya pencegahan, yaitu dengan sosialisasi masif dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk lewat pembersihan tempat air, pemeliharaan ikan pemakan jentik, serta fogging.

Oleh karena itu, pihaknya terus mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara rutin di lingkungan masing-masing.

"Memantau peningkatan kasus DBD di wilayah masing-masing, dan segera melakukan intervensi langsung jika terjadi peningkatan disamping upaya pencegahan secara rutin melalui PSN," ujar dia.

Ia juga mengatakan, pihaknya juga telah mencatat sebanyak 663 kasus DBD di wilayah itu selama periode Januari hingga Juli tahun 2025. Dari ratusan kasus tersebut terdapat dua orang meninggal dunia.

Baca juga: Pemkab Lampung Selatan gencarkan pengasapan untuk cegah penularan DBD

Baca juga: Dinkes Lampung Selatan optimalkan peran kader lintas sektor guna cegah DBD

Baca juga: Dinkes Lampung Selatan temukan 663 kasus DBD hingga Juli 2025



Pewarta :
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026