
BI catat ekonomi Lampung pada 2026 dapat tumbuh 5,5-6 persen

Jadi ekonomi Lampung dapat terus tumbuh positif
Bandarlampung (ANTARA) - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KpwBI) Lampung Bimo Epyanto mengatakan bahwa ekonomi provinsi itu pada 2026 dapat tumbuh 5,5 hingga 6 persen.
"Saya rasa kalau tidak ada gejolak, dan nanti berbagai strategi diterapkan oleh Pemerintah Provinsi Lampung, maka ekonomi Lampung bisa tumbuh lebih tinggi dibanding dengan pertumbuhan ekonomi di tahun 2025," ujar Kepala Kpw BI Lampung Bimo Epyanto di Bandarlampung, Jumat.
Ia mengatakan persentase pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung dapat bertumbuh sekitar 5,5 hingga bisa mendekati 6 persen, dengan kondisi tidak ada gejolak harga pangan dengan volatilitas tinggi.
"Jadi ekonomi Lampung dapat terus tumbuh positif. Dan sesuai dengan tugas kami, sebagai advisor dari pemerintah daerah, tentu saja telah memberikan rekomendasi untuk melakukan penguatan salah satunya untuk lapangan usaha utama, agar pertumbuhan ekonomi Lampung tumbuh positif," katanya.
Dia menjelaskan saat ini pihaknya fokus merekomendasikan kepada pemerintah daerah untuk menerapkan strategi memperkuat lapangan usaha utama di Provinsi Lampung yakni di sektor pertanian, yang selama ini memberikan andil besar bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah.
"Pemerintah daerah juga sudah diminta mempersiapkan strategi karena lapangan usaha pertanian ini juga memiliki risiko dan cukup rentan terhadap perubahan cuaca ekstrem," ucap dia.
Menurut dia, salah satu strategi yang dapat diterapkan untuk memaksimalkan sektor pertanian untuk menunjang pertumbuhan ekonomi daerah yakni dengan melakukan pengolahan komoditas pertanian menjadi produk turunan.
"Kemudian meningkatkan produktivitas sektor pertanian, memberikan nilai tambah pada komoditas pertanian daerah melalui pengolahan atau hilirisasi untuk menghasilkan produk-produk turunan," tambahnya.
Menurut dia, dengan melaksanakan hilirisasi komoditas pertanian, maka dapat membantu dalam menggerakkan ekonomi daerah secara keseluruhan dengan berfokus pada pertumbuhan ekonomi di desa sebagai fondasi.
"Harapannya ini bisa menggerakkan ekonomi secara keseluruhan, utamanya meningkatkan kesejahteraan petani. Dan ini pun selaras dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung yang kemudian juga mengacu kepada kebijakan pemerintah pusat, dimana ekonomi harus dimulai atau tumbuh dari desa. Ini sesuai komoditas pertanian, komoditas primer, ini awalnya semua ada di desa, sehingga ini menjadi penguatan bagi desa," ujar dia.
Diketahui sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung menyatakan bahwa ekonomi Lampung pada tahun 2025 tumbuh 5,28 persen.
Provinsi Lampung dalam regional Sumatera pada 2025 memberikan kontribusi sebesar 9,98 persen bagi pertumbuhan regional.
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
