Logo Header Antaranews Lampung

Lampung memulai program Hilirisasi Ayam Terintegrasi untuk penguatan pangan

Sabtu, 7 Februari 2026 20:14 WIB
Image Print
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan saat melakukan pembukaan program Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Lampung. ANTARA/HO-Pemprov Lampung.
Pemerintah Provinsi Lampung juga mendorong agar distribusi ayam dilakukan dalam bentuk produk olahan untuk meningkatkan nilai tambah

Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memulai Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi sebagai upaya mendukung penguatan pangan dan protein nasional.

"Kami mengapresiasi atas kepercayaan pemerintah pusat yang telah menetapkan Provinsi Lampung sebagai salah satu lokasi pelaksanaan Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi," ujar Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Sabtu.

Ia mengatakan Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi merupakan bagian dari agenda ketahanan pangan nasional yang juga sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dengan menempatkan pangan serta perbaikan gizi sebagai prioritas pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

"Di Provinsi Lampung, program ini diwujudkan melalui empat proyek utama, yaitu pembangunan Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) berkapasitas 2.000 ekor per jam beserta cold storage berkapasitas 50 ton," katanya.

Kemudian, pembangunan parent stock dan hatchery ayam layer, pembangunan pabrik pakan ternak tahap kedua, serta pembangunan pabrik tepung telur tahap kedua. Keempat proyek tersebut dilaksanakan dengan tujuan membentuk ekosistem peternakan terintegrasi dari hulu hingga hilir.

"Program ini juga mendukung Asta Cita Presiden, khususnya penguatan pembangunan sumber daya manusia melalui penyediaan protein hewani yang berkualitas dan terjangkau," ucap dia.

Ia berharap program tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan peternak, menjaga stabilitas harga pakan dan ayam, meningkatkan efisiensi produksi, serta memperkuat perekonomian daerah.

"Pemerintah Provinsi Lampung juga mendorong agar distribusi ayam dilakukan dalam bentuk produk olahan untuk meningkatkan nilai tambah," ucap dia.

Ia melanjutkan Pemerintah Provinsi Lampung juga akan terus memperkuat sektor hulu melalui peningkatan produksi jagung sebagai bahan baku pakan ternak, penyediaan sarana pendukung, serta penguatan ekonomi desa.

"Mari seluruh pihak terus menjaga kolaborasi dan sinergi agar Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi dapat berjalan secara transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Lampung serta mendukung ketahanan pangan nasional," tambahnya.

Direktur Pakan Ditjen PKH Tri Melasari menambahkan program tersebut dilaksanakan dalam rangka mendukung swasembada pangan protein hewani, dengan kegiatan ini akan berlangsung di 30 provinsi seluruh Indonesia, salah satunya Lampung.

"Dan untuk tahap pertama ini, kita dialokasikan hilirisasi ayam terintegrasi yaitu di enam provinsi. Jadi, tahap satu ini ada di enam provinsi, yaitu di Provinsi Lampung salah satunya, yang rencananya untuk Provinsi Lampung itu ada di tiga lokasi di lahan PTPN," ujar Tri Melasari.

Untuk yang di Lampung terdapat rumah potong hewan unggas dan cold storage, kemudian untuk pembangunan pabrik pakan, untuk pengolahan tepung telur dan daging, ada juga hatchery di mana untuk Day Old Chicken daripada ayam petelur kita.

"Lampung potensial menjadi pemasok, baik itu untuk Provinsi Lampung ataupun juga pemasok di Jabodetabek, juga pemasok untuk provinsi-provinsi di sekitar Sumatera, jadi Lampung sangat potensial," katanya.

Sebelumnya, kegiatan groundbreaking Industri Ayam Terintegrasi telah dilaksanakan secara serentak di enam wilayah yaitu Lampung, Gorontalo, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan.


Baca juga: Pemerataan produksi ayam dan telur di luar Jawa disiapkan untuk tekan harga

Baca juga: Lampung terima alokasi program Ayam Merah Putih untuk 60 kelompok ternak

Baca juga: Komisi VII DPR tampung aspirasi peternak soal pembangunan peternakan ayam



Pewarta :
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026