Bandarlampung (ANTARA) - Anggota Komisi VII DPR RI Rycko Menoza, SZP, M.B.A pada agenda tatap muka kunjungan kerja reses Komisi VII bersama pemangku kepentingan di Papua Barat Daya meminta adanya evaluasi atas eksplorasi tambang nikel di Raja Ampat.
"Saya meminta kepada pimpinan Komisi VII untuk dapat memberi ruang dan waktu bagi pemerintah dan masyarakat berkenaan dengan kegiatan eksplorasi tambang nikel di Kabupaten Raja Ampat yang dikhawatirkan dapat mengganggu dan merusak potensi pariwisata," kata Rycko dalam keterangan yang diterima di Bandarlampung, Jumat.
Rycko mengatakan aktivitas tambang nikel di Raja Ampat yang sedang digarap oleh PT Gag Nikel dan PT Kawei telah mendapat izin operasional. Namun, ia mengharapkan ada komitmen bersama agar persoalan eksplorasi tambang nikel tidak berdampak buruk terhadap kelestarian lingkungan maupun pariwisata.
"Pimpinan, kaitan dengan isu lingkungan atau persoalan rusaknya potensi pariwisata di Raja Ampat karena adanya kegiatan eksplorasi tambang nikel ini perlu diagendakan secara khusus, sehingga kami minta agar pimpinan dapat menyiapkan waktu khusus untuk membahasnya" kata Rycko.
Persoalan kekhawatiran rusaknya potensi pariwisata di Kabupaten Raja Ampat muncul karena eksplorasi tambang nikel mencuat sepekan terakhir, terutama karena adanya berita yang dipublikasikan oleh Greenpeace di sejumlah platform media sosial.
Baca juga: DPR minta masyarakat tak terprovokasi berita hoaks MBG
Baca juga: Anggota DPR-MPR RI sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan kepada ibu-ibu di Pesawaran
Baca juga: DPR RI beri bantuan alat pertanian ke kelompok tani di Kabupaten Lampung Selatan
