Logo Header Antaranews Lampung

BEI bersama SRO dan OJK siap perkuat koordinasi dengan MSCI

Rabu, 28 Januari 2026 20:03 WIB
Image Print
Seorang pria berjalan di atas layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/1/2026). BEI menghentikan sementara perdagangan (trading halt) pada pukul 13.43 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS) setelah penurunan IHSG mencapai delapan persen ke posisi 8.261,79 imbas dari pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan sementara (hold) proses rebalancing indeks untuk saham-saham di pasar saham Indonesia. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bar
Kami memahami bahwa pembobotan MSCI memiliki peran strategis bagi pasar keuangan global serta menjadi salah satu referensi utama bagi investor

Jakarta (ANTARA) - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan komitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) sebagai upaya merespon pengumuman yang disampaikan oleh MSCI terkait pembekuan sementara proses rebalancing indeks saham-saham di Indonesia.

Komitmen itu dilakukan bersama Self-Regulatory Organization (SRO) lainnya yaitu PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), serta dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu, mengatakan BEI memandang masukan yang disampaikan oleh MSCI merupakan bagian penting dalam upaya berkelanjutan untuk memperkuat kredibilitas pasar modal Indonesia.

"Kami memahami bahwa pembobotan MSCI memiliki peran strategis bagi pasar keuangan global serta menjadi salah satu referensi utama bagi investor," ujar Kautsar.

Sejalan dengan hal itu, BEI berkomitmen untuk mengupayakan yang terbaik dalam rangka meningkatkan bobot saham Indonesia dalam indeks MSCI.

"Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan transparansi data pasar, termasuk penyediaan informasi yang lebih akurat dan andal, sesuai dengan praktik terbaik secara global dan ekspektasi pemangku kepentingan global," ujar Kautsar.

Sebagai bagian dari langkah konkret yang telah dilakukan, BEI telah menyampaikan pengumuman data free float secara komprehensif melalui situs resmi BEI sejak 2 Januari 2026, serta akan disampaikan secara rutin setiap bulannya.

Selanjutnya, BEI bersama SRO dan OJK akan terus berkoordinasi dengan MSCI guna memastikan keselarasan pemahaman serta implementasi peningkatan transparansi informasi. Melalui koordinasi yang berkesinambungan.

"Kami optimistis dapat terus memperkuat daya saing Pasar Modal Indonesia di tingkat global, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar modal nasional," ujar Kautsar.

Pada Selasa (28/01), waktu Amerika Serikat (AS), MSCI mengumumkan rencana pembekuan sementara proses review indeks dan rebalancing indeks untuk saham-saham di Indonesia, dengan membekukan sejumlah perubahan terkait indeks review (termasuk indeks review Februari 2026).

Rencana pembekuan mencakup, diantaranya pembekuan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), pembekuan penambahan konstituen ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI), serta pembekuan perpindahan naik antar–indeks segmen ukuran, termasuk dari Small Cap ke Standard.

MSCI menjelaskan perlakuan tersebut dimaksudkan untuk mengurangi index turnover dan risiko kelayakan investasi (investability), sembari memberi waktu bagi Otoritas Indonesia untuk menghadirkan perbaikan transparansi.

Sebelumnya, pada Oktober 2025, MSCI meminta masukan kepada para pelaku pasar terkait rencana penggunaan Monthly Holding Composition Report yang dipublikasikan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai tambahan referensi dalam menghitung free float saham emiten Indonesia.

Berdasarkan hasil konsultasi dengan pelaku pasar, MSCI menyebut para investor menyoroti permasalahan fundamental terkait investability di pasar Indonesia masih dapat berlanjut akibat kurangnya transparansi struktur kepemilikan saham serta kekhawatiran atas kemungkinan perilaku perdagangan terkoordinasi yang mengganggu proses pembentukan harga yang wajar.

MSCI menyebut akan terus memantau perkembangan pasar Indonesia dan berinteraksi dengan pelaku pasar serta otoritas terkait, termasuk OJK dan BEI. MSCI akan mengomunikasikan langkah lanjutan jika diperlukan.

Data penutupan perdagangan sesi I pada hari ini, Rabu (28/01), IHSG ditutup melemah 659,01 poin atau 7,34 persen ke posisi 8.321. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 59,35 poin atau 6,77 persen ke posisi 816,78.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BEI bersama SRO dan OJK komitmen perkuat koordinasi dengan MSCI



Pewarta :
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026