
Lampung jadi lokasi sentra singkong nasional untuk dukung hilirisasi

Program ini difokuskan pada penelitian dan pengembangan singkong untuk meningkatkan produktivitas petani di Lampung
Bandarlampung (ANTARA) - Provinsi Lampung terpilih menjadi lokasi sentra singkong nasional guna mendukung penelitian serta pengembangan hilirisasi komoditi ubi kayu dalam negeri.
"Program ini difokuskan pada penelitian dan pengembangan singkong untuk meningkatkan produktivitas petani di Lampung," ujar Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Rabu.
Ia mengatakan salah satu target utama pengembangan sentra singkong atau cassava center adalah menghasilkan bibit unggul dengan kualitas lebih baik serta kandungan aci yang lebih tinggi. Bibit tersebut diharapkan dapat meningkatkan hasil panen petani sekaligus mendongkrak pendapatan.
"Kami telah sepakat bahwa Lampung akan menjadi sentra singkong nasional. Ini adalah program Bappenas bersama berbagai pihak untuk meningkatkan riset mengenai singkong agar produktivitasnya meningkat serta mampu mengejar ketertinggalan dari Thailand dan Vietnam," katanya.
Selain pengembangan bibit, pengembangan sentra singkong juga akan melibatkan peneliti, profesor, dan pengajar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kolaborasi lintas universitas ini diharapkan mampu mempercepat inovasi serta pengembangan teknologi singkong nasional.
"Bibit yang dihasilkan diharapkan memiliki kadar aci yang tinggi dan berkualitas sehingga pendapatan petani meningkat,” ucap dia.
Menurut dia, pusat kegiatan sentra singkong akan berlokasi di Universitas Lampung. Sejumlah fasilitas pendukung, termasuk laboratorium, direncanakan dibangun, salah satunya di kawasan Kota Baru.
"Pembangunan fisik akan segera berjalan. Namun, programnya akan lebih dahulu dilaksanakan dalam waktu dekat dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di Universitas Lampung," tambahnya.
Ia melanjutkan tujuan utama program itu adalah membangun ekosistem singkong yang efisien dari hulu hingga hilir. Dengan peningkatan produktivitas dan kadar aci, industri tapioka di Lampung diharapkan menjadi lebih efisien dan kompetitif di pasar global.
"Bila produktivitas petani meningkat, pendapatan naik, pabrik menerima kadar aci yang lebih tinggi, sehingga harga tapioka Lampung mampu bersaing dengan negara lain. Intinya, kami ingin tapioka Lampung kompetitif dengan Thailand dan Vietnam," ujar dia.
Baca juga: Wagub Lampung: Pemda telah sepakati pembenahan tata niaga singkong
Baca juga: Itera sebut pengembangan mocaf dapat tingkatkan nilai tambah singkong
Baca juga: Mentan: Pengendalian impor untuk gairahkan rantai pasok ubi kayu
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
