Logo Header Antaranews Lampung

Gubernur Lampung sebut pengembangan UMKM harus didukung ekosistem kuat

Selasa, 21 April 2026 15:52 WIB
Image Print
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat meninjau produk UMKM lokal Lampung. ANTARA/HO-Pemprov Lampung.
Kami terus mendorong ada penguatan sumber daya manusia (SDM) serta dukungan menyeluruh bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian daerah

Bandarlampung (ANTARA) - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyebutkan pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di daerahnya harus didukung dengan ekosistem yang kuat untuk meningkatkan daya saing.

"Kami terus mendorong ada penguatan sumber daya manusia (SDM) serta dukungan menyeluruh bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian daerah," ujar Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Senin.

Ia mengatakan penting pula dilakukan kolaborasi oleh semua pihak dalam pengembangan UMKM. Dan pelaku UMKM tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan ekosistem yang kuat.

Selanjutnya, UMKM harus memiliki akses permodalan, perluasan pasar, peningkatan kualitas produk, hilirisasi komoditas, hingga pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan, agar mampu tumbuh berkelanjutan, berdaya saing, dan naik kelas.

"Jangan ada UMKM yang bergerak sendiri, berjuang sendiri, dan memasarkan sendiri dan harus ada ekosistem yang mendukung. Ini yang harus kita benahi bersama," katanya.

Dia menjelaskan saat ini terdapat sekitar 498 ribu UMKM di Provinsi Lampung yang menjadi penggerak utama ekonomi daerah. Mayoritas pelaku usaha tersebut didominasi oleh perempuan dengan semangat tinggi untuk bertahan dan berkembang.

Provinsi Lampung juga memiliki potensi komoditas unggulan seperti singkong, jagung, dan pisang yang selama ini banyak diolah menjadi produk seperti keripik. Namun, potensi tersebut belum dikelola secara maksimal.

"Komoditas kita ini digemari hingga ke seluruh dunia, tapi UMKM kita belum punya bekal kuat dalam pemasaran dan manajemen," ucap dia.

Menurut dia, adanya keterbatasan jaringan pemasaran dan peningkatan kualitas produk masih menjadi tantangan utama. Di sisi lain banyak pelaku UMKM memiliki cita-cita menembus pasar nasional hingga global.

"Kita belum sepenuhnya mendorong UMKM untuk tumbuh, mereka masih bergerak sendiri. Ke depan, ini akan kita desain ulang," tegasnya.

Ia menambahkan, potensi pasar Lampung sangat besar, terutama dengan jumlah kunjungan wisatawan yang mencapai 24,7 juta orang sepanjang 2025. Kondisi ini harus dimanfaatkan UMKM untuk meningkatkan penjualan produk lokal.

"Saya ingin wisatawan yang datang ke Lampung membeli produk-produk UMKM kita, sebab ini menjadi peluang besar," ujarnya.

Selain itu, ia pun menyoroti terkait masih tingginya penjualan komoditas dalam bentuk mentah, yang mencapai 70 persen. Dan mendorong langkah hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah melalui peran UMKM.

"Penguatan UMKM bisa menjadi solusi cepat dibanding menunggu industrialisasi skala besar. Dengan peningkatan kualitas SDM, UMKM dapat langsung memberikan dampak ekonomi signifikan," tambahnya.

Oleh karena itu pelaku UMKM perlu dibekali berbagai keterampilan, mulai dari pengelolaan keuangan, inovasi produk, hingga strategi pemasaran modern. Ia juga menekankan pentingnya membuka pasar baru dan memperluas jaringan usaha.

"UMKM harus terus berinovasi, kreatif, dan berani membuka pasar baru. Ini tidak bisa dilakukan sendiri," tambahnya.



Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026