Logo Header Antaranews Lampung

Gubernur Lampung targetkan 2.651 desa produksi pupuk organik cair pada 2027

Selasa, 14 April 2026 21:41 WIB
Image Print
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat memberi sambutan. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.
Kami menargetkan tahun depan tepatnya di 2027, di Provinsi Lampung program pengembangan pupuk organik cair di desa-desa selesai

Bandarlampung (ANTARA) - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menargetkan, pada 2027 sebanyak 2.651 desa di Provinsi Lampung mampu memproduksi serta menggunakan pupuk organik cair.

"Kami menargetkan tahun depan tepatnya di 2027, di Provinsi Lampung program pengembangan pupuk organik cair di desa-desa selesai. Dan semua desa atau total ada sebanyak 2.651 desa itu semua dapat memproduksi, serta menggunakan pupuk organik cair semua," ujar Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Bandarlampung, Selasa.

Ia mengatakan, dengan 2.651 desa di Provinsi Lampung dapat memproduksi serta menggunakan pupuk organik cair, maka seluruh komoditas yang ditanam di desa dapat meningkat produktivitas.

"Ini adalah salah satu bentuk cadangan bagi desa juga. Seandainya kekurangan pupuk kimia, kita tetap berdaya melalui pupuk organik cair yang diproduksi oleh desa. Sehingga tidak perlu bingung untuk menjaga produktivitas sektor pertanian di desa masing-masing," katanya.

Dia melanjutkan berdasarkan monitoring dan evaluasi pada 2025 pelaksanaan program pupuk organik cair berkembang di 500 desa di Provinsi Lampung.

Lalu pada 2026 ini Pemerintah Provinsi Lampung akan melanjutkan pengembangan pupuk organik cair di 1.500 desa di wilayahnya.

"Target pemerintah daerah tahun ini pupuk organik cair ini bisa menjangkau dan digunakan di satu juta hektare lahan pertanian di desa-desa. Jadi dengan ini dampak positif seperti harga komoditas meningkat, produksi naik, dan operasional jadi lebih murah, sehingga pendapatan masyarakat desa terutama petani juga akan lebih baik terjadi di desa-desa di Lampung," ucap dia.

Menurut dia, pupuk hayati atau organik cair tersebut akan memberikan dampak positif bagi masyarakat desa seperti memperbaiki struktur tanah, menurunkan biaya produksi pupuk, mengurangi ketergantungan akan pupuk kimia sebesar 30 persen, dan meningkatkan produktivitas tanam tumbuh sebesar 25 persen.

"Hampir semua desa-desa yang mengembangkan pupuk organik cair ini, produktivitas komoditasnya naik. Intinya kami membuat program ini untuk mendukung program Presiden yakni dengan memperkuat pangan, sehingga desa ini menjadi tumbuh ekonominya karena mereka mengelola semua di dalam desa," tambahnya.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gubernur Lampung: 2027 target 2.651 desa produksi pupuk organik cair



Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026