Logo Header Antaranews Lampung

Neraca Perdagangan Luar Negeri Lampung Surplus

Sabtu, 17 Desember 2016 05:51 WIB
Image Print
Kepala BPS Lampung Yenae Irmaningrum (lampung.bps.go.id)

Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Neraca perdagangan luar negeri Provinsi Lampung mengalami surplus menyusul nilai ekspor pada November 2016 lebih tinggi dibandingkan impor.

"Nilai ekspor Provinsi Lampung pada November 2016 lebih tinggi dari impor, yaitu sebesar 150,91 juta dolar Amerika Serikat," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, Yeane Irmaningrum, di Bandarlampung, Jumat (16/12).

Ia menyebutkan, neraca perdagangan yang mengalami surplus yaitu Uni Eropa sebesar 128,66 juta dolar, dan negara lainnya surplus sebesar 98,34 juta dolar.

Menurutnya, beberapa negara utama lainnya mengalami defisit sebesar 32,70 juta dolar dan Asean defisit sebesar 43,39 juta dolar.

Yeane menjelaskan, nilai total ekspor Provinsi Lampung pada November 2016 mencapai 375,32 juta dolar Amerika Serikat atau mengalami kenaikan 0,81 persen dibandingkan ekspor satu bulan lalu.

"Ekspor November 2016 ini jika dibandingkan dengan November 2015 yang tercatat 296,61 juta, mengalami kenaikan 26,54 persen," katanya.

Ia menyebutkan, lima golongan barang utama ekspor Provinsi Lampung pada November 2016 yaitu lemak dan minyak hewan/nabati, kopi, teh dan rempah-rempah, batu bara, olahan dari buah-buahan/sayuran dan ikan dan udang.

Menurutnya, kenaikan ekspor November 2016 terhadap Oktober 2016 terjadi pada tiga golongan barang utama yaitu lemak dan minyak hewan/nabati naik sebesar 2,60 persen; olahan dari buah-buahan/sayuran naik sebesar 17,44 persen; dan ikan dan udang naik sebesar 226,61 persen.

"Sedangkan ekspor yang mengalami penurunan yaitu kopi, teh dan rempah-rempah turun sebesar 15,80 persen, dan batu bara turun sebesar 20,23 persen," jelasnya.

Sementara, Nilai impor nonmigas Provinsi Lampung pada November 2016 mencapai 224,41 juta dolar Amerika Serikat atau mengalami kenaikan 11,69 persen dibanding Oktober.

"Nilai impor November 2016 tersebut lebih tinggi 28,27 juta dolar atau naik 14,42 persen jika dibanding Oktober 2015," kata Yeane.

Ia menyebutkan, kenaikan impor ini terjadi pada dua golongan barang utama diantaranya gula dan kembang gula naik 24,86 persen dan biji-bijian berminyak naik 42,44 persen.

Menurutnya, tiga golongan barang utama yang mengalami penurunan yaitu ampas/sisa industri makanan turun sebesar 66,41 persen; binatang hidup turun sebesar 39,71 persen; dan mesin-mesin/pesawat mekanik turun sebesar 50,93 persen.

Andil impor lima golongan barang utama terhadap total impor Provinsi Lampung pada November 2016 mencapai 37,80 persen, dengan rincian sebagai berikut: gula dan kembang gula 24,14 persen, biji-bijian berminyak 3,88 persen, ampas/sisa industri makanan 3,71 persen, binatang hidup 3,59 persen, mesin-mesin pesawat mekanik 2,48 persen.(Ant)



Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2026