Logo Header Antaranews Lampung

Caleg Suriah Suarakan Perempuan Dan Pendidikan Waykanan

Minggu, 30 Maret 2014 11:07 WIB
Image Print
Warga menunjukan alat peraga kampanye Suriah. (ANTARA FOTO Dok/Gatot Arifianto).
Saya berkeinginan Pemkab Waykanan mendirikan S1 PAUD. Wacana PAUD ke depan kalau pengelolanya tidak S1 suruh tutup. Kalau ini terjadi maka banyak PAUD-PAUD di Waykanan akan tutup."

Waykanan (ANTARA LAMPUNG) - Suara perempuan dan optimalisasi pendidikan harus terus diperjuangkan, kata Suriah, calon anggota legislatif incumbent di DPRD Kabupaten Waykanan Provinsi Lampung periode 20014--2019, di Blambanganumpu, Minggu (30/3).

"Jika diridai Allah SWT, tentu saya akan melanjutkan apa yang sudah diperjuangkan tapi belum maksimal, seperti gedung sekolah menengah atas di Kampung Adijaya Kecamatan Negarabatin yang masih satu lokal, sehingga bercampur dengan kantor," kata politisi Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) yang `hijrah` ke Partai Golkar itu pula.

Caleg Partai Golkar nomor urut 2 dari Daerah Pemilihan (Dapil) III Waykanan, yakni Kecamatan Pakuanratu, Negeribesar, dan Negarabatin yang lahir di Kota Metro 1972 meyakini, perempuan harus menyuarakan perempuan.

Dia terus mendorong pemerintah setempat segera mendirikan perguruan tinggi S-1 bagi pengajar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) daerah itu.

"Saya berkeinginan Pemkab Waykanan mendirikan S-1 PAUD. Wacana PAUD ke depan kalau pengelolanya belum lulus S-1 akan ditutup. Kalau ini terjadi, akan banyak PAUD di Waykanan harus ditutup," kata mantan pengajar TK Kartini di Kampung Gistingjaya itu pula.

Istri Budi Setiyoso yang pada Pemilu 2009 meraih 2.361 suara, dan menargetkan mendapatkan 4.000 suara pada Pemilu 2014 tersebut menegaskan, banyak manfaat dari pendidikan usia dini.

"PAUD adalah pendidikan mendasar pada usia emas, saat anak-anak usia dini memiliki daya ingat yang kuat, salah sedikit bisa hancur. Adanya PAUD juga akan bisa membantu guru-guru SD. Bagaimana menghargai dan menolong kawan serta menghormati orang tua itu perlu diajarkan di PAUD," ujar perempuan yang mengaku juga kerap melakukan `blusukan` ke kampung-kampung itu pula.

Kabupaten Waykanan dengan luas wilayah 3.921,63 km2 dan terbagi dalam 14 kecamatan, 222 kampung/kelurahan, memiliki 1.700 orang pengajar PAUD.

Selama tiga tahun terakhir, Dinas Pendidikan dan Kebudyaan Kabupaten Waykanan berupaya meningkatkan kapasitas sebanyak 580 orang pengajar PAUD setempat dengan pelatihan mendongeng, untuk menopang kemampuan para pengajar PAUD dari tahun ke tahun yang semakin baik.

Dia berharap minat orang tua untuk menitipkan anak-anaknya ke PAUD akan lebih banyak lagi.

Karena itu, sejumlah pengajar PAUD berharap perhatian pemerintah untuk PAUD lebih bisa ditingkatkan lagi, sehingga guru PAUD yang belum mengikuti pelatihan mendongeng juga mendapatkan kesempatan yang sama dengan sejawatnya.

Dalam prinsip pendidikan partisipatif, menurut pegiat Komunitas Dongeng Dakocan Lampung, Iin Mutmainah, seorang pengajar PAUD dituntut menjadi fasilitator yang semestinya memiliki jam terbang dan pengalaman yang cukup memadai.

"Itu sebagai bentuk konkret dari metode `learning by doing`," katanya pula.



Pewarta :
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2026