Logo Header Antaranews Lampung

PTPN VII Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

Sabtu, 26 November 2011 15:10 WIB
Image Print
Wagub Lampung MS Joko Umar Said, Dirut PTPN VII Andi Punoko, dan pejabat lainnya menanam jagung, di Bekri, Lampung Tengah, Jumat (25/11) (foto humas PTPN VII)
Dari areal seluas itu dalam waktu satu tahun akan memberikan kontribusi jagung nasional sebanyak 7.714 ton"

Bandarlampung, (ANTARA LAMPUNG) - PTPN VII menyokong program ketahanan pangan nasional dengan menargetkan menanam tanaman pangan di lahan seluas 2.200 hektare baik lahan perusahaan maupun kemitraan.

"Lahan perusahaan untuk ditanami jagung sekitar 551 hektare, sisanya dengan sistem kemitraan," kata Dirut PTPN VII Andi Punoko, didampingi Kabag Humas dan Protokol, Sandri A Kamil, di Bandarlampung,.

Ia menjelaskan, dari 551 hektare lahan tersebut ditanami jagung di Unit Usaha Bekri seluas 353 hektare, Unit Usaha Kedaton (areal yang akan diambilalih PemprovLampung untuk Kota Baru Lampung) seluas 140 hektare dan di Unit usaha Wayberulu seluas 50 hektare.

"Dari areal seluas itu dalam waktu satu tahun akan memberikan kontribusi jagung nasional sebanyak 7.714 ton. Sedangkan sisanya seluas 1.700 ha menggunakan lahan kemitraan milik petani dan diharapkan bisa memberikan kontribusi jagung sebanyak 25 ribu ton lebih dalam setahun," kata dia.

Andi Punoko mengatakan semua program yang dilaksanakan PTPN VII bertujuan membantu program pemeritah dalam hal ketahanan pangan.

Dalam program tersebut, PTPN VII juga memberikan pinjaman modal usaha budidaya kepada petani sebanyak Rp5,254 miliar. Petani penerima pinjaman tersebar di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Timur, Pringsewu, Pesawaran, Waykanan, dan Mesuji.

"Khusus untuk penanaman jagung di Unit Usaha Bekri memanfaatkan lahan perusahaan seluas 353 ha," katanya.

Lahan tersebut sengaja ditanami jagung selama setahun ini untuk memutus serangan ganoderma pada tanaman sawit. Sebab, kebun sawit di Bekri sudah lima generasi dan persebaran penyakit tersebut makin tak terkendali.

"Salah satu jalan untuk memutus perkembangan penyakit yang disebabkan spora dan menyerang akar tanaman sawit itu adalah dengan mengganti komoditas sementara," ujarnya.

Ia pun menjelaskan, sejak tahun 2008, PTPN VII sudah fokus mendukung program ketahanan pangan nasional dengan memberikan pinjaman modal budidaya kepada kelompok tani yang ada di Kabupaten Pringsewu, Pesawaran, Lampung Timur, Metro, Lampung Selatan dan Tulangbawang.

Sementara untuk kemitraan kelapa sawit sejak tahun 1993 hingga 2001, PTPN VII telah membangun kebun kemitraan di Kabupaten Lampung Tengah dengan total luas lahan 8.464 ha dengan nilai pinjaman dalam bentuk bibit sebesar Rp 8,4 miliar.

Sandri menambahkan, pada Jumat (25/11) telah dilakukan penanaman perdana jagung oleh Wakil Gubernur Lampung Joko Umar Said.

"Wakil Gubernur Lampung mengungkapkan apresiasinya kepada PTPN VII yang telah bekerjasama dengan pemerintah Provinsi Lampung, baik dalam program ketahanan pangan maupun pemberdayaan petani," ujarnya.

Wagub itu juga meminta kegiatan tersebut bisa dijadikan sebagai agenda rutin setiap tahunnya dan dapat dijadikan pilot project, percontohan bagi perusahaan BUMN/BUMD se provinsi Lampung, yang merupakan mitra pemerintah.

Apalagi, kata Joko, Provinsi Lampung merupakan penyumbang jagung terbesar ketiga secara nasional, setelah Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Berdasarkan data tahun 2011 luas paen 391.637 ha dengan produktivitas 47,49 kw/ha, produksinya sebanyak 1.859.897 ton atau naik 5,68 persen.

Sementara itu, hingga November 2011 PTPN VII telah memfasilitasi pengembangan komoditas jagung seluas 1.750 ha, dengan melibatkan 1.060 petani yang tergabung dalam 58 kelompok tani dengan besar pinjaman Rp5 miliar lebih. (ANT/yok)



Pewarta :
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026