Logo Header Antaranews Lampung

Petani Hentikan Kegiatan Hingga Musim Hujan

Senin, 17 Oktober 2011 09:47 WIB
Image Print
ILUSTRASI (dok.ANTARA)
Lahan persawahan masih kering dan belum bisa digarap sehingga banyak petani belum berakivitas di sawah sejak beberapa bulan lalu

Sukadana (ANTARA LAMPUNG) - Para petani di Kabupaten Lampung Timur, Lampung, hiingga kini masih menghentikan kegiatan sambil menunggu intensitas hujan lebih tinggi di daerah itu untuk bercocok tanam padi pada musim rendang (basah).

"Lahan persawahan masih kering dan belum bisa digarap sehingga banyak petani belum berakivitas di sawah sejak beberapa bulan lalu," kata Gufron, petani di Desa Gunungagung Kecamatan Sekampungudik, Lampung Timur, Senin.

Ia mengatakan, sepekan lalu sempat hujan deras dalam sehari semalam, namun sampai saat ini musim kemarau belum juga berakhir sehingga petani belum memulai tanam padi menunggu persawahan tergenang untuk mempermudah pengolahan sawah.

Menurutnya, perkiraan petani waktu tanam petani daerah itu akan berlangung paling cepat akhir tahun seiring dengan tingginya curah hujan atau paling lambat awal tahun 2012 mendatang.

"Waktu panen diperkirakan pada bulan ketiga atau ke empat tahun tersebut," katanya.

Sudarman, petani setempat lainnya, mengatakan, sampai saat ini petani belum mulai menanam padi karena menunggu curah hujan sehingga banyak petani menganggur.

Ia mengatakan, jika musim kemarau seperti ini biasanya petani menanam padi pada akhir tahun, namun bila kemarau lebih panjang maka akan mundur lebih lama.

"Lahan basah maupun lahan kering sekarang ini belum bisa digarap kecuali yang berdekatan dengan sumber air," katanya.

Namun, bagi petani yang berdekatan dengan sumber air meraka banyak menanam sayuran mengisi kekosongan lahan sambil menunggu curah hujan tinggi untuk menanam padi musim rendeng tahun ini.

Ia mengatakan, beberapa hari terakhir cuaca berawan selal menyelimuti daerah tersebut namun belum juga turun hujan untuk mempermudah petani mengolah lahan pertanian mereka.

"Petani berharap hujan segera turun untuk mulai menanam padi karena ketersediaan pangan petani menipis," imbuhnya.

Ia menambahkan, untuk mengisi waktu banyak setempat juga banyak yang membuat bata, menambang pasir dan mengolah pakan ternak alternatif limbah singkong dari perusahaan industri setempat.



Pewarta :
Editor: Gatot Arifianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026