
Petani Lampung Selatan kembangkan padi biosalin di lahan tambak udang

Uji demplot padi biosalin berhasil dibudidayakan di lahan bekas pertambakan udang yang tidak produktif lagi
Lampung Selatan (ANTARA) - Sejumlah petani di Kabupaten Lampung Selatan berhasil mengembangkan varietas padi biosalin pada lahan bekas tambak udang yang sebelumnya kurang produktif untuk pertanian pangan.
Inovator padi biosalin wilayah Lampung Selatan Jalu di Ketapang, Senin, mengatakan penggunaan varietas biosalin menjadi solusi bagi petani di kawasan pesisir yang selama ini kesulitan memanfaatkan lahan terdampak intrusi air laut.
“Uji demplot padi biosalin berhasil dibudidayakan di lahan bekas pertambakan udang yang tidak produktif lagi. Hasil tanam musim ini, dalam satu hektare bisa memperoleh enam hingga tujuh ton pagi,” kata dia.
Ia menjelaskan penggunaan varietas biosalin menjadi solusi bagi petani di kawasan pesisir yang selama ini kesulitan memanfaatkan lahan terdampak intrusi air laut.
Menurut dia, selain tahan terhadap salinitas, padi biosalin juga memiliki masa tanam relatif singkat, yakni sekitar 105 hingga 110 hari.
“Kebetulan padi biosalin ini tahan di air asin, kebetulan di wilayah Lampung Selatan, khususnya di Kecamatan Ketapang memiliki sungai Way Sekampung dan Way Pisang ketika musim kemarau airnya menjadi payau, jadi padi biosolin ini bisa menjawab para petani di musim El Nino, para petani bisa tetap menanam dan bisa panen,” ujar dia.
Dia mengatakan keberhasilan tersebut membuka peluang pemanfaatan lahan tambak telantar untuk mendukung ketahanan pangan daerah.
“Pengembangan padi biosalin cukup krusial, karena mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim di wilayah pesisir jika dikawal dengan baik. Padi biosalin ini dapat menjaga ketahanan pangan meski terjadi cuaca El Nino. Lampung Selatan sangat berpotensi menuju swasembada pangan, karena dikelilingi lautan dan lintasan sungai Way Sekampung,” ucapnya.
Sementara itu, Penyuluh Pertanian Lapangan wilayah Ketapang Warti Rahayu menjelaskan pihaknya akan terus melakukan pendampingan kepada petani melalui penyediaan benih dan pelatihan pengelolaan lahan.
“Budi daya padi Biosalin lebih hemat, sebab satu hektare hanya membutuhkan empat kuintal pupuk. Padi ini juga tergolong kuat terhadap hama,” kata Warti Rahayu.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Petani Lamsel kembangkan padi biosalin di lahan tambak udang
Pewarta : Riadi Gunawan
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
