
Menko Pangan: Prosedur distribusi pupuk bersubsidi lebih ringkas dan langsung ke petani

Pemerintah juga telah mengambil kebijakan strategis dengan memangkas jalur birokrasi penyaluran agar pupuk dapat langsung diterima oleh petani
Lampung Selatan (ANTARA) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memastikan ketersediaan stok pupuk bersubsidi dalam kondisi aman untuk mendukung musim tanam petani.
"Pemerintah juga telah mengambil kebijakan strategis dengan memangkas jalur birokrasi penyaluran agar pupuk dapat langsung diterima oleh petani tanpa hambatan administratif yang rumit," kata Zulkifli Hasan, pada Rembuk Petani, di Lampung Selatan, Sabtu.
Dia mengungkapkan bahwa prosedur lama yang melibatkan persetujuan berjenjang dari bupati, gubernur, hingga lintas kementerian telah dihapus demi efisiensi.
"Dahulu aturan sangat berputar-putar, harus ada SK Bupati dan Gubernur. Sekarang birokrasi itu dipangkas habis. Dengan mekanisme yang lebih sederhana, alokasi pupuk bersubsidi kita tingkatkan menjadi 9,5 juta ton agar ketersediaan di lapangan benar-benar terjamin," ujar Menko Pangan.
Zulkifli Hasan mengatakan, langkah pemerintah dalam mengamankan pasokan pupuk ini mulai menunjukkan hasil positif pada angka produksi pangan nasional
Dia menjelaskan, alokasi pupuk bersubsidi naik signifikan dari sebelumnya yang hanya terserap sekitar 6 juta ton kini menjadi 9,5 juta ton.
"Ketersediaan pupuk yang terjaga berkontribusi pada kenaikan produksi beras nasional sebesar 8 persen, yakni dari 30 juta ton menjadi 32,4 juta ton," jelasnya.
Selain stok yang aman, pemerintah juga menetapkan harga beli gabah yang stabil di angka Rp6.500 per kilogram untuk melindungi pendapatan petani.
Berdasarkan data serapan di lapangan, distribusi pupuk bersubsidi berjalan sesuai jalur. Realisasi penyaluran pupuk subsidi per 30 April di Lampung mencapai 282.796 ton dari alokasi 713.970 ton atau sudah mencapai 40 persen
"Untuk wilayah Sumatera secara umum, realisasi distribusi sudah menyentuh angka hampir 40 persen," jelasnya.
Untuk menjaga agar stok pupuk tetap aman di masa depan, PT Pupuk Indonesia tengah mempercepat pembangunan infrastruktur produksi. Sebanyak tujuh pabrik pupuk baru direncanakan rampung dalam lima tahun ke depan.
Salah satu proyek strategis, yaitu pabrik Pusri di Palembang, saat ini progresnya telah mencapai 92 persen. Pabrik tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada Januari mendatang untuk memperkuat ketahanan pupuk nasional dan mendukung target surplus beras pada tahun 2025.
Pada kegiatan Rembuk Tani itu hadir Menteri Perdagangan Budi Santoso, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi, Pangdam XXI/Raden Inten Mayjen Kristomei Sianturi, dan Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama.
Pewarta : Riadi Gunawan
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
