Logo Header Antaranews Lampung

Warga Berebut Ikan Segar Saat Lebaran

Jumat, 2 September 2011 17:25 WIB
Image Print
Nelayan sedang mendaratkan ikannya di Pantai Pemindangan, Punduh Pedada, Pesawaran, Lampung, Jumat (2/9). Hasil tangkapan nelayan sepi, nelayan masih jarang melaut dan harga ikan mahal pascalebaran 1432 H. (Foto ANTARA/M.Tohamaksun).
"Anak saya dari Jakarta minta dimasakkan ikan dan cumi, tapi ini cuminya hanya dapat sedikit,".

Punduh Pedada (ANTARA LAMPUNG) - Sejumlah warga berebut mendapatkan ikan segar hasil tangkapan nelayan di pantai Pemindangan, Desa Kampung Baru, Kecamatan Punduh Pedada, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, di saat hari-hari libur Lebaran 1432 H.

Hasil pemantauan langsung di pantai pendaratan ikan Pemindangan, Jumat, menunjukkan, hanya beberapa nelayan yang terlihat mendaratkan ikannya di pantai hasil tangkapan mereka melalui jaring atau peralatan lainnya.

Namun sebelum perahu merapat di bibir pantai, sudah terlihat sejumlah warga yang sengaja datang ke pantai itu sejak matahari belum terbit. Namun sebagian besar dari mereka tidak bisa mendapatkan ikan seperti yang mereka hararapkan.

Beberapa nelayan yang membawa ikan dengan perahu jukungnya begitu dihampiri warga yang akan membeli mengaku bahwa ikan hasil tangkapannya sudah milik orang lain yang sudah lebih dahulu memesannya sejak sore harinya.

"Maaf pak, saya tidak bisa memberi harga, karena ikan ini sudah pesanan tetangga," kata seorang nelayan asal Sulawesi Selatan, Dairus (40).

Sementara seorang warga Pemindangan yang juga ikut berebut ikan di pantai yang airnya sedang surut itu mengatakan, sengaja memesan ikan segar, karena anaknya yang sedang liburan dari Jakarta minta dimasakkan ikan segar dan ikan cumi.

"Anak saya dari Jakarta minta dimasakkan ikan dan cumi, tapi ini cuminya hanya dapat sedikit," kata seorang wanita warga Lampung juga asal Sulsel yang sudah lama tinggal di Lampung itu.

Sementara, seorang warga Kampung Baru, Rony (45) juga harus pasrah pulang tanpa membawa ikan karena tidak kebagihan, dan ternyata memang hasil tangkapan nelayan sangat minim, hanya beberapa kilogram.

"Rencananya hari ini mau masak gulai dan bakar ikan segar, karena sudah bosan memakan lauk daging dan sejenisnya yang berlemak," katanya.

Dairus mengaku bahwa selama liburan Lebaran beberapa hari ini masih minim nelayan yang melaut, karena sedang istirahat, bersilaturahim ke tetangga dan sanak keluarga, juga banyak pula yang mudik ke daerah lain.

Dairus juga mengemukakan, biasanya jika menangkap ikan dengan cara diserok, dijaring dan lainnya masih bisa dapat agak lumayan, seperti jenis ikan simba, kerapu, ikan tambak, ikan semadar, dan sejenisnya, namun selama Lebaran ini ikannya juga lagi sepi.

Warga yang memaksa untuk mendapatkan ikan dari nelayan itu harus membagi dalam partai kecil dengan pembeli lain, akibatnya hanya dapat sedikit, itupun jenis ikan kecil. (ANTARA).



Pewarta :
Editor: M. Tohamaksun
COPYRIGHT © ANTARA 2026