
Bantuan alat tangkap ikan dari PHE OSES bantu produktivitas nelayan Lampung Timur

Kami ingin menyalakan semangat dan optimisme nelayan agar mampu meningkatkan kesejahteraan secara mandiri
Lampung Timur (ANTARA) - PT Pertamina Hulu Energi OSES (PHE OSES) menyalurkan bantuan alat tangkap kepada dua Kelompok Usaha Bersama (KUB) di Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur, pada Desember 2025.
Bantuan Program Lentera (Lestari Ekonomi Nelayan Terpadu dan Ramah Lingkungan) ini diberikan kepada KUB Bina Jaya Wisesa di Desa Muara Gading Mas berupa 100 jaring rampus dan KUB Togo Ranga Kembar di Desa Margasari berupa 100 jaring rajungan.
Penyaluran bantuan dilakukan dengan pendampingan Penyuluh Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Penyuluh Perikanan Kecamatan Labuhan Maringgai, serta dukungan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Lampung Timur.
Head of Communication Relations & CID PHE OSES Indra Darmawan dalam pernyataan, Jumat, menyampaikan bahwa Program Lentera dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pesisir.
"Kami ingin menyalakan semangat dan optimisme nelayan agar mampu meningkatkan kesejahteraan secara mandiri. PHE OSES tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga berkomitmen berjalan bersama nelayan dalam memperkuat ekonomi keluarga dan kelompok," ujar Indra Darmawan.
Jaring rampus merupakan alat tangkap yang umum digunakan untuk menangkap ikan pelagis kecil, atau hasil dominan ikan kembung, yang menjadi salah satu komoditas unggulan perairan Lampung Timur.
Sementara itu, jaring rajungan menjadi alat utama nelayan Margasari untuk menangkap rajungan yang bernilai ekonomi tinggi dan menjadi sumber penghidupan utama masyarakat pesisir.
Meski masih berada di awal musim tangkap ikan, dampak bantuan mulai dirasakan para nelayan. Di Desa Muara Gading Mas, hasil tangkapan nelayan pengguna jaring rampus meningkat signifikan.
Sebelum menerima bantuan, nelayan rata-rata memperoleh hasil 15-20 kilogram ikan per hari. Setelah menggunakan jaring rampus dari Program Lentera, hasil tangkapan meningkat menjadi 20-30 kilogram per hari, dengan dominasi ikan kembung.
Sementara itu, nelayan rajungan di Desa Margasari juga mencatat peningkatan pendapatan. Sebelum bantuan, hasil tangkapan berkisar 3-5 kilogram per hari. Setelah menggunakan jaring rajungan baru, hasil tangkapan menjadi 5-8 kilogram per hari, dengan kualitas yang lebih baik.
Selain meningkatkan produktivitas, bantuan ini diharapkan dapat mencegah penggunaan alat tangkap terlarang, serta menumbuhkan praktik penangkapan ikan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan di wilayah pesisir.
Plt Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Lampung Timur, Dwi Giyarti turut memberikan apresiasi kepada PHE-OSES karena Program Lentera sejalan dengan arah pembangunan daerah.
“Program Lentera merupakan contoh sinergi yang baik antara dunia usaha, pemerintah daerah, dan kelompok nelayan. Inisiatif ini sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Lampung Timur dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir," ujarnya.
Ia pun mengharapkan pemberian bantuan alat tangkap tepat guna dapat meningkatkan produktivitas nelayan, memperkuat kelembagaan KUB, serta memberikan dampak nyata terhadap ekonomi keluarga nelayan.
Bagi nelayan penerima manfaat, jaring-jaring baru ini memiliki arti penting. Ketua KUB Togo Ranga Kembar Desa Margasari Jasmani menyebut bantuan jaring sebagai penyemangat baru bagi anggotanya.
“Dengan jaring rajungan yang kami miliki sekarang, kami bisa melaut dengan lebih yakin. Bantuan ini sangat membantu ekonomi anggota dan memberi semangat untuk terus berusaha,” katanya.
Baca juga: Bupati Lampung Selatan pastikan pembangunan KNMP diawasi maksimal
Baca juga: Prabowo targetkan bangun 1.100 kampung nelayan, kejar swasembada pangan 2026
Baca juga: Pembangunan KNMP dapat permudah nelayan peroleh akses bahan bakar
Pewarta : Muklasin
Editor:
Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
