
Seratusan ikan keramat di Cigugur mati, Pemkab Kuningan selidiki penyebabnya

Saya sudah cek, jumlahnya sudah di atas 150 ikan dewa sejak beberapa hari terakhir. Ini persoalan serius karena belum pernah terjadi kematian massal seperti ini
Kuningan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan, Jawa Barat, menyelidiki penyebab kematian ratusan ikan keramat di objek wisata Balong Girang, Kecamatan Cigugur, yang dilaporkan terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar di Kuningan, Senin, mengatakan pihaknya sudah turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus mengambil langkah penanganan cepat atas kejadian tersebut.
"Saya sudah cek, jumlahnya sudah di atas 150 ikan dewa sejak beberapa hari terakhir. Ini persoalan serius karena belum pernah terjadi kematian massal seperti ini," katanya.
Ia menyebutkan laporan awal yang diterima pemerintah daerah menunjukkan kematian ikan mulai terjadi sejak Rabu (28/1) dengan jumlah sekitar 24 ekor, kemudian terus bertambah secara signifikan.
Menurut Dian, ikan dewa di Balong Girang memiliki nilai penting bagi masyarakat Kuningan karena tidak hanya menjadi objek wisata, tetapi juga simbol budaya dan sejarah daerah.
Ia menegaskan pemerintah daerah akan melakukan penanganan secara cepat dan terukur agar kematian ikan tidak semakin meluas.
"Langkah cepat harus dilakukan. Jangan sampai jumlah ikan yang mati terus bertambah," ujarnya.
Dian menuturkan penyebab pasti kematian ikan, masih dalam proses pendalaman dengan melibatkan perangkat daerah terkait dan tim teknis di lapangan.
Selain faktor penyakit, ia menyebutkan kemungkinan lain seperti perubahan suhu air, kondisi kolam, hingga asupan nutrisi ikan juga menjadi perhatian pemerintah daerah.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Dian mengapresiasi laporan masyarakat yang dinilai membantu pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah penanganan.
Sementara itu Kepala Bidang Perikanan Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Kuningan Denny Rianto mengatakan hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya indikasi penyakit pada ikan yang mati.
Ia menjelaskan beberapa ciri yang ditemukan antara lain mulut ikan berwarna putih, adanya parasit berupa cacing, serta dugaan pengaruh perubahan suhu air yang ekstrem.
"Tim teknis juga merekomendasikan penambahan oksigen di kolam melalui pompanisasi air, sebagai langkah awal pencegahan agar kematian ikan tidak terus berlanjut," tuturnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ratusan ikan dewa di objek wisata Kuningan mati, ada parasit cacing
Pewarta : Fathnur Rohman
Editor:
Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
