
ABK korban perbudakan dipulangkan ke Lampung Selatan

Alhamdulillah, kondisi kesehatan Ismi telah membaik setelah mendapatkan perawatan yang dibantu para relawan sosial Kabupaten Mimika
Lampung Selatan (ANTARA) - Seorang anak buah kapal (ABK) yang menjadi korban sindikat tenaga kerja ilegal kapal tangkap ikan di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, dipulangkan setelah tiga tahun bekerja tanpa di beri upah.
Kepala Dinas Sosial Lampung Selatan, Puji Sukamto di Kalianda, Rabu, mengatakan korban tersebut bernama Ismi Ali (40), warga Desa Bulok, Kecamatan Kalianda, yang mengalami stroke dan gejala depresi saat berada di salah satu rumah warga di Timika.
“Alhamdulillah, kondisi kesehatan Ismi telah membaik setelah mendapatkan perawatan yang dibantu para relawan sosial Kabupaten Mimika. Hari ini Ismi dipulangkan. Ia berangkat dari Mimika pukul 10.00 WIT dan akan tiba di Lampung sekitar pukul 20.00 WIB,” ujarnya.
Ia mengatakan, proses pemulangan Ismi telah dilakukan, termasuk pemenuhan seluruh persyaratan kelayakan terbang. Diperkirakan, Ismi akan tiba di Bandara Raden Intan Lampung pada Rabu (25/4/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.
Menurutnya, insiden yang dialami Ismi hampir serupa dengan kasus Ahmad Abi Ar-Razi. Ia menjadi korban calo tenaga kerja kapal yang dijanjikan upah besar melalui media sosial. Namun, pada kenyataannya, selama tiga tahun bekerja Ismi tidak pernah menerima bayaran sepeser pun dari pihak kapal.
“Ismi sudah bekerja selama tiga tahun dan belum pernah menerima upah. Alat komunikasinya juga diambil oleh pihak calo yang mengantarkannya ke Jakarta,” ucap dia.
Ia menjelaskan, karena tidak mampu lagi bertahan dalam jerat kerja paksa di kapal tangkap ikan di perairan Papua, Ismi nekat melarikan diri dari kapal dan bersembunyi di Timika.
“Kejadian ini menjadi pengingat bahwa masyarakat harus lebih berhati-hati dalam menerima informasi, khususnya terkait lowongan pekerjaan, serta tidak mudah percaya pada janji atau iming-iming yang tidak masuk akal,” ujar dia.
Dirinya menerangkan, kejadian tersebut bermula setelah pihaknya menerima laporan tentang adanya peristiwa itu. Setelah itu Dinas Sosial Kabupaten Lampung Selatan langsung melakukan koordinasi lintas daerah untuk memastikan keberadaan serta kondisi kesehatan Ismi.
“Berdasarkan informasi yang diperoleh, Ismi
Melalui koordinasi tersebut, relawan sosial dari Kabupaten Mimika kemudian menjemput dan merawat Ismi di rumah sakit setempat. Setelah kondisinya dinyatakan memungkinkan untuk melakukan perjalanan, para relawan segera mengurus proses pemulangan,” katanya.
Pewarta : Riadi Gunawan
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
