
Tim SAR gabungan cari ABK hilang saat mencari ikan di perairan Lamsel

Korban diduga terjatuh dari KM Tao Toba Kaya 4 saat sedang mencari ikan
Lampung Selatan (ANTARA) - Tim Search and Rescue (SAR) gabungan melakukan pencarian terhadap seorang anak buah kapal (ABK) yang dilaporkan hilang saat mencari ikan di perairan Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Provinsi Lampung.
Kepala Pos SAR Bakauheni Basarnas Lampung Rezie Kuswara di Kalianda, Selasa, mengatakan korban bernama Samson Sihaloho (35), hilang sejak Minggu (17/5), ketika melaut bersama rekannya di perairan Samudra Hindia.
“Korban diduga terjatuh dari KM Tao Toba Kaya 4 saat sedang mencari ikan di sekitar perairan Gunung Krakatau. Hingga saat ini tim SAR gabungan masih melakukan pencarian,” kata dia.
Dia mengatakan kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Perikananan Muara Baru menuju laut Samudera Hindia untuk mencari ikan.
Setelah pihaknya menerima informasi hilangnya korban, petugas langsung berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan pencarian terhadap korban.
“Setelah menerima laporan, Pos SAR Bakauheni langsung mengerahkan personel bersama unsur TNI AL, Polairud Polda Lampung, BPBD Lampung Selatan, serta nelayan sekitar untuk melakukan operasi pencarian,” ucap dia.
Pencarian dilakukan dengan menyisir lokasi terakhir korban terlihat, dengan menggunakan kapal milik Basarnas dengan radius hingga beberapa mil laut dari lokasi kejadian.
“Cuaca di lokasi pencarian cukup mendukung, namun gelombang laut dan arus menjadi kendala bagi tim di lapangan,” ujarnya.
Selain melakukan penyisiran di laut, tim SAR juga berkoordinasi dengan nelayan yang beraktivitas di sekitar perairan Lampung Selatan untuk membantu memantau keberadaan korban.
“Kita juga sudah menginformasikan kepada nelayan-nelayan setempat, apabila mendapatkan informasi atau tanda-tanda dari korban untuk bisa dapat langsung menginformasikan kepada kami,” ucapnya.
Tim SAR akan melanjutkan operasi hingga batas waktu yang ditentukan atau sampai korban ditemukan
Pewarta : Riadi Gunawan
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
