Bandarlampung (ANTARA) - Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Yusharto Huntoyungo mengatakan bahwa secara umum kualitas dan bukti inovasi Kota Bandarlampung cukup baik.

"Yang saya pelajari dari inovasi di Kota Bandarlampung pemenuhan bukti (evidence) sudah cukup baik," katanya di Bandarlampung, Rabu.

Namun, lanjut dia, inovasi di Bandarlampung masih perlu ditingkatkan dari parameter satu ke parameter dua, lalu parameter dua ke parameter tiga, sehingga nilai kematangannya lebih sempurna.

"Oleh karena itu, setiap organisasi perangkat daerah (OPD) di kota ini diminta terus memperkaya kualitas evidence agar inovasi yang diajukan dapat naik level dalam penilaian nasional," kata dia.

Selain peningkatan kualitas, ia juga mengarahkan Pemkot Bandarpampung agar menambah jumlah inovasi pada urusan wajib pelayanan dasar.

"Pada 2026, pemerintah menetapkan target pemenuhan inovasi layanan dasar meningkat dari sebelumnya tiga sektor menjadi lima sektor," kata dia.

Ia mengatakan beberapa bidang di kota ini telah memiliki inovasi, antara lain bidang ketenteraman dan ketertiban umum (Trantibum), pendidikan, serta kesehatan. Pemerintah juga mendorong penambahan inovasi pada sektor sosial, perumahan dan kawasan permukiman (Perkim), pekerjaan umum (PU), serta penataan ruang.

"Terdapat 54 jenis inovasi yang dapat dikembangkan selaras dengan 54 program prioritas pemerintah daerah, sehingga membuka peluang bagi OPD lain untuk turut berkontribusi menghasilkan inovasi baru. Dengan contoh-contoh yang kami berikan, mudah-mudahan dinas-dinas lain juga bisa menghasilkan inovasi untuk Kota Bandarlampung,” katanya.