
Pemkot Bandarlampung: Sapi kurban Presiden berbobot 1 ton lebih

Sapi jenis simmental berbobot lebih dari 1 ton milik peternak asal Kecamatan Sukarame
Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung, Provinsi Lampung menyebutkan sapi kurban Presiden RI di daerah itu berbobot 1 ton lebih yang dibeli dari peternak setempat.
"Sapi jenis simmental berbobot lebih dari 1 ton milik peternak asal Kecamatan Sukarame, masuk dalam program Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden Republik Indonesia untuk hewan kurban Idul Adha 2026," kata Kepala Dinas Pertanian Kota Bandarlampung Dedeh Ernawati Fauzie di Bandarlampung, Senin.
Ia mengatakan proses penawaran hingga verifikasi sapi kurban Presiden telah dilakukan bersama tim dari Sekretariat Presiden, Dinas Peternakan Provinsi Lampung, serta peternak.
"Sapi tersebut milik peternak bernama Nopian Susanto. Pada Minggu (3/5), sekitar pukul 13.00 WIB telah dilakukan video call penawaran harga sapi Banmas bersama tim Sekretariat Presiden, Dinas Peternakan Provinsi Lampung, dan peternak," kata dia.
Proses penawaran tersebut, kata dia, melibatkan perwakilan Tim Sekretariat Presiden yakni Adun Rusmawan dan Erman, sedangkan dari Dinas Peternakan Provinsi Lampung hadir Kabid Bitpro bersama drh Joko Susilo.
"Sapi jenis simmental itu berusia sekitar empat tahun dengan bobot mencapai 1.001 kilogram. Dalam prosesnya kami juga mendampingi tim Dinas Peternakan Provinsi Lampung dan peternak untuk menyelesaikan administrasi bantuan sapi kurban Presiden," kata dia.
Ia mengatakan setelah proses administrasi selesai, tim dari Setpres langsung meninjau kandang peternak yang berada di kawasan Jalan RA Basyid, perbatasan Kota Bandarlampung dengan Lampung Selatan.
"Staf Khusus Presiden sudah mengecek langsung ke kandang. Hasil peninjauan berjalan lancar dan sapi dinyatakan memenuhi tahapan verifikasi awal. Rencananya, sapi bantuan Presiden tersebut akan disalurkan ke Masjid Al Madani Kelurahan Batu Putuk, Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandarlampung," kata dia.
Pewarta : Dian Hadiyatna
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
