
Polresta Bandarlampung ingatkan personel harus pedomani "buddy system"

Saya tekankan pentingnya penerapan buddy system dalam kegiatan patroli
Bandarlampung (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandarlampung mengingatkan jajaran personel kepolisian setempat harus memedomani buddy system atau metode berpasangan dalam menghadapi pelaku kejahatan.
"Saya tekankan pentingnya penerapan buddy system dalam kegiatan patroli. Kemudian tidak menghadapi pelaku kejahatan seorang diri demi menghindari risiko yang lebih besar," kata Kapolresta Bandarlampung Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay, di Bandarlampung, Selasa.
Menurutnya, buddy system harus dipedomani oleh seluruh anggota kepolisian di jajaran Polresta Bandarlampung karena hal tersebut untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan juga masyarakat serta rekan seprofesi.
"Tentu kita masih ingat, pada Sabtu (9/5) ada satu insiden, di mana anggota Polri gugur karena melaksanakan tugas. Ini menjadi pengingat bahwa kami harus terus meningkatkan kemampuan, sehingga bisa mengamankan kegiatan sekaligus mengamankan diri sendiri," kata dia.
Kapolresta Bandarlampung itu juga meminta seluruh personelnya untuk tidak ragu melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap pelaku kejahatan, khususnya pencurian kendaraan bermotor yang kerap menggunakan senjata api.
"Keselamatan masyarakat dan anggota kepolisian menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan. Jangan pernah ragu, tindak tegas secara terukur, itu yang harus kita pedomani juga.
Menurutnya, apabila tindakan personel di lapangan membahayakan diri sendiri dan sesuai aturan, sepanjang hal tersebut diperlukan untuk keselamatan masyarakat dan petugas, maka jangan ragu melakukan tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan.
"Arahan tersebut juga sejalan dengan perintah Kapolda Lampung agar seluruh personel bertindak tegas sesuai aturan ketika menghadapi situasi yang membahayakan," kata dia.
Kapolresta menegaskan polisi dalam menjalankan tugas dilindungi oleh undang-undang, sehingga anggota tidak perlu takut mengambil langkah tegas apabila memang diperlukan.
"Kita sudah sama-sama tahu, hampir di setiap kejadian curanmor itu menggunakan senjata api. Sepanjang itu diperlukan dan sesuai aturan, lakukan tindakan tegas," ujarnya.
Pewarta : Dian Hadiyatna
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
