Logo Header Antaranews Lampung

Pemkot Bandarlampung percepat langkah penanganan banjir

Selasa, 12 Mei 2026 19:56 WIB
Image Print
Ilustrasi: Petugas sedang melakukan revitalisasi dan pembersihan salah satu sungai di Kota Bandarlampung. ANTARA/Dian Hadiyatna
Masterplan penanganan banjir kami targetkan selesai pada tahun ini

Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung bakal mempercepat langkah penanganan banjir secara terintegrasi dan berkelanjutan dengan membuat sebuah masterplan.

"Masterplan penanganan banjir kami targetkan selesai pada tahun ini," kata Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Bandarlampung, Wilson Faisol, di Bandarlampung, Selasa.

Ia mengatakan, masterplan yang didanai kementerian tersebut akan memuat strategi penanganan banjir jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang.

“Di tahun ini diharapkan selesai teknis pelaksanaannya. Jadi baik jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang sudah mulai tersusun dan terlihat dalam masterplan,” katanya.

Menurutnya, penanganan jangka pendek difokuskan pada pengangkutan sedimen, normalisasi drainase, pembangunan sumur resapan dan biopori, hingga pelebaran saluran air yang menyempit.

"Sementara itu, untuk jangka menengah dan panjang, pemerintah akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur pengendali banjir berskala besar seperti embung dan kolam retensi," kata dia.

Dia mengatakan bahwa penanganan banjir jangka pendek meliputi pengangkutan sedimen, kebersihan lingkungan, kemudian sumur resapan atau biopori. Termasuk siring yang menyempit bakal diperbesar dan bottleneck di bawah jembatan akan dinaikkan.

“Kalau membuat embung atau kolam retensi sampai lima hektare itu masuk jangka panjang karena anggarannya besar, bisa puluhan miliar,” jelasnya.

Ia mengatakan masterplan penanganan banjir sebenarnya telah dimiliki Pemkot Bandarlampung, namun, dokumen tersebut dinilai perlu diperbarui menyesuaikan kondisi terbaru pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah.

Masterplan kota sebenarnya sudah ada, tapi harus di-update lagi karena kondisi sekarang berbeda dan banyak kejadian yang harus menjadi perhatian,” katanya



Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026