Bandarlampung (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Lampung terus menyiapkan sejumlah aspek penting untuk menjamin kelancaran mobilitas masyarakat, terutama dalam menghadapi puncak arus mudik Lebaran yang diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026.

"Arus kendaraan diperkirakan mulai meningkat pada 13 Maret, dengan puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 18 Maret," kata Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf di Mapolda Lampung, Senin.

Ia pun menyampaikan bahwa berdasarkan laporan yang diterima saat ini sejumlah tiket penyeberangan Merak-Bakauheni dilaporkan telah habis terjual.

"Berdasarkan perkiraan sementara, mobilitas masyarakat yang melintas di wilayah Lampung diperkirakan mencapai sekitar 150 ribu orang per hari selama periode mudik," kata dia.

Ia pun mengatakan bahwa untuk mengantisipasi kepadatan pemudik operator pelabuhan bersama otoritas terkait telah menyiapkan opsi penambahan kapal penyeberangan. 

"Namun penambahan armada tetap akan mempertimbangkan mekanisme operasional agar tidak mengganggu siklus perputaran kapal di pelabuhan," kata dia.

Sementara itu, lanjut dia, untuk jalur arteri diperkirakan juga akan mengalami kepadatan kendaraan. Namun, pihak kepolisian bakal menempatkan personel di sejumlah titik strategis.

"Kondisi lalu lintas di jalur arteri kami perkirakan tetap padat saat arus mudik tapi kami usahakan agar tidak ada kemacetan di sana dengan pengaturan lalu lintas dan menempatkan personel di sejumlah titik strategis," kata dia.

Baca juga: Polda Lampung: Jalur arteri-tol telah dilengkapi petunjuk arah bagi pemudik

Baca juga: Pertamina diharapkan dapat pastikan ketersediaan BBM selama arus mudik

Baca juga: ASDP: Kesiapan Bakauheni hadapi arus mudik Lebaran capai 90 persen