Dosen Itera bangun reaktor untuk olah kotoran sapi jadi biogas
Senin, 5 Agustus 2024 18:39 WIB
Tim Dosen Institut Teknologi Sumatera (Itera), membangun reaktor fixed dome untuk mengolah kotoran sapi menjadi biogas di Desa Labuan Ratu Satu, Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur. Lampung, Senin (5/8/2024). (ANTARA/HO-Itera)
Lampung (ANTARA) - Tim Dosen Institut Teknologi Sumatera (Itera) melalui program pengabdian kepada masyarakat membangun reaktor fixed dome untuk mengolah kotoran sapi menjadi biogas di Desa Labuan Ratu Satu, Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur.
"Reaktor fixed dome tersebut dirancang untuk mengolah kotoran sapi menjadi biogas," kata Dosen Program Studi (Prodi) Teknik Kimia Itera Andri Sanjaya dihubungi di Bandarlampung, Senin.
Reaktor tersebut, lanjut dia, tidak hanya menawarkan solusi energi alternatif, tetapi juga memberikan manfaat tambahan berupa pupuk cair, yang berguna untuk pertanian warga.
"Penerapan teknologi fixed dome di Desa Labuan Ratu Satu ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lainnya," kata dia.
Dengan mengolah kotoran sapi menjadi energi bersih, lanjut dia, desa ini tidak hanya mengurangi dampak lingkungan negatif yang diakibatkan oleh kotoran sapi, tetapi juga menciptakan sumber energi yang dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari.
"Proyek ini menunjukkan bahwa teknologi sederhana dapat memberikan manfaat besar dan semoga menginspirasi desa-desa lain untuk mengikuti jejak ini," kata dia.
Dia mengatakan teknologi ini cocok diterapkan di desa, karena biaya pembangunannya yang relatif murah dan perawatannya mudah. Selain itu teknologi tersebut juga ramah lingkungan dan tidak ada limbah berbahaya yang dihasilkan dari prosesnya.
"Kegiatan tersebut merupakan hibah program pengabdian kepada masyarakat pada Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Tahun 2024," kata dia.
Ia mengatakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat itu adalah bentuk implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang didapatkan dari hasil riset dalam rangka memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
“Pemerintah desa sangat mendukung proyek ini karena manfaatnya yang besar. Mereka melihat ini sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan berkomitmen untuk terus mendukung proyek-proyek serupa ke depannya,” kata Andri.
Proyek yang diketuai Andri Sanjaya tersebut juga didukung dua dosen lainnya Yunita Fahni dan Nurul Mawaddah. Tim tersebut turut melibatkan lima mahasiswa yaitu Anugrah Ayub Waskito, M Bagus Tri Jaya, Arifino Decika Rachman, Agriadi Dwi Nugroho P, dan Amedeo Cavendish.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Itera bangun reaktor olah kotoran sapi jadi biogas dan pupuk cair
"Reaktor fixed dome tersebut dirancang untuk mengolah kotoran sapi menjadi biogas," kata Dosen Program Studi (Prodi) Teknik Kimia Itera Andri Sanjaya dihubungi di Bandarlampung, Senin.
Reaktor tersebut, lanjut dia, tidak hanya menawarkan solusi energi alternatif, tetapi juga memberikan manfaat tambahan berupa pupuk cair, yang berguna untuk pertanian warga.
"Penerapan teknologi fixed dome di Desa Labuan Ratu Satu ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lainnya," kata dia.
Dengan mengolah kotoran sapi menjadi energi bersih, lanjut dia, desa ini tidak hanya mengurangi dampak lingkungan negatif yang diakibatkan oleh kotoran sapi, tetapi juga menciptakan sumber energi yang dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari.
"Proyek ini menunjukkan bahwa teknologi sederhana dapat memberikan manfaat besar dan semoga menginspirasi desa-desa lain untuk mengikuti jejak ini," kata dia.
Dia mengatakan teknologi ini cocok diterapkan di desa, karena biaya pembangunannya yang relatif murah dan perawatannya mudah. Selain itu teknologi tersebut juga ramah lingkungan dan tidak ada limbah berbahaya yang dihasilkan dari prosesnya.
"Kegiatan tersebut merupakan hibah program pengabdian kepada masyarakat pada Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Tahun 2024," kata dia.
Ia mengatakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat itu adalah bentuk implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang didapatkan dari hasil riset dalam rangka memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
“Pemerintah desa sangat mendukung proyek ini karena manfaatnya yang besar. Mereka melihat ini sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan berkomitmen untuk terus mendukung proyek-proyek serupa ke depannya,” kata Andri.
Proyek yang diketuai Andri Sanjaya tersebut juga didukung dua dosen lainnya Yunita Fahni dan Nurul Mawaddah. Tim tersebut turut melibatkan lima mahasiswa yaitu Anugrah Ayub Waskito, M Bagus Tri Jaya, Arifino Decika Rachman, Agriadi Dwi Nugroho P, dan Amedeo Cavendish.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Itera bangun reaktor olah kotoran sapi jadi biogas dan pupuk cair
Pewarta : Dian Hadiyatna
Editor : Satyagraha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tim Prodi TIP Itera latih warga manfaatkan limbah pertanian jadi biogas
24 January 2023 9:39 WIB, 2023
Itera ajak masyarakat Totokaton manfaatkan energi biogas kotoran sapi
18 August 2022 19:25 WIB, 2022
GGF gelar pelatihan pengenalan dan teknik pengolahan kotoran sapi menjadi biogas
29 October 2020 13:26 WIB, 2020
Warga Desa Labuhanratu IX Lamtim Manfaatkan Biogas dari Kotoran Sapi
28 December 2018 19:48 WIB, 2018
Terpopuler - Sekolah/Perguruan Tinggi
Lihat Juga
Disdik Lampung tingkatkan kemampuan akademik lalui pembiasaan soal berbasis HOTS
14 January 2026 20:21 WIB
Sekolah desa sebagai pusat peradaban, Dosen UM Kalianda lakukan pengabdian di Lampung Selatan
12 January 2026 14:50 WIB
Program FKUI kampus pertama peraih akreditasi internasional dari IAAHEH-INT
21 December 2025 10:11 WIB