Logo Header Antaranews Lampung

PTPN Kini Fokus Kembangkan Biogas

Kamis, 5 April 2012 08:29 WIB
Image Print
PTPN VII juga mendukung pembuatan batako yang terbuat dari arang Boeler kelapa sawit yang dikelola perusahaan negara itu. (FOTO ANTARA LAMPUNG/Eni Muslihah)

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - PT Perkebunan Nasional (PTPN) VII kini lebih fokus mengelola lingkungan dan mengembangkan proyek biogas dengan memanfaatkan limbah tanaman ganggang Algae spirullina.

"Seiring perkembangan teknologi dan tuntutan zaman, mengingat stok minyak dunia semakin menipis dan dunia membutuhkan sumber energi yg terbarukan maka kami mulai untuk lebih serius dalam hal pengelolaan lingkungan dan mengembangkan proyek biogas," kata Koordinator Amdal PTPN VII, Bakri.

Menurutnya, konsep pengelolaan biogas sudah dilakukan sejak tahun 2008 beriringan dengan pembudidayaan tanaman Alga spirulina.

"Namun pelaksanaan terbentur dengan mekanisme direksi. Tapi saat ini, kami sudah menandatangani pelaksanaan proyek tersebut bersama tiga negara yakni Belanda, Belgia dan Indonesia," ujarnya.

Sementara itu "Supporting Project Pengelolaan Algae" Franklin, mengatakan, pengelolaan limbah cair tersebut bermula dari kedatangan seorang peneliti dari Belanda.

"Dia melihat PTPN VII belum mengelola limbah cairnya dengan baik," ujarnya.

Karena itu, limbah cair yang dihasilkan dari pengelolaan minya sawit, dimanfaat menjadi media hidup gangang.

"Dari ganggang itu nantinya sebagian ada yang bisa dimanfaatkan menjadi protein yang dikonsumsi manusia dan sebagian dimanfaatkan untuk biodiesel," katanya.

"Pengelolaan biodiesel ini sudah disosialisasikan kepada masyarakat, hasilnya mereka memberi dukungan, namun warga minta pengelolaan biogas itu bisa dimanfaatkan juga oleh warga setempat," ujarnya.

PTPN, menurutnya, komit menyalurkan hasil pengelolaan limbah menjadi biogas itu dalam bentuk penerangan atau alat bakar yang dapat dimanfaatkan fasilitas umum seperti sekolah dan transportasi.

Dia menambahkan, pengelolaan ganggang baru berjalan satu tahun untuk uji coba.



Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026