Lampung ekspor perdana tiga komoditas hortikultura sebesar 3,8 ton
Jumat, 31 Desember 2021 12:36 WIB
Kepala Karantina Pertanian Lampung, Muh.Jumadh, berfoto bersama di depan mobil yang membawa tiga komoditi hortikuktura yang akan diekspor perdana dari Lampung. (ANTARA/Dian Hadiyatna)
Bandarlampung (ANTARA) - Balai Karantina Pertanian Lampung melakukan ekspor perdana tiga komoditas hortikultura yakni, buah manggis, durian dan rambutan yang berasal dari Kabupaten Tanggamus, dengan total berat sebanyak 3,8 ton.
"Ekspor perdana tiga komoditas langsung dari Lampung ini bernilai sebesar Rp228 juta," kata Kepala Karantina Pertanian Lampung, Muh.Jumadh, saat acara gebyar ekspor komoditas pertanian serentak di 34 pintu ekspor di Indonesia di Pelabuhan Panjang, di Bandarlampung, Jumat.
Ia menyebutkan bahwa ekspor komoditas hortikultura ini merupakan yang pertama kali melalui Lampung, dimana sebelumnya aktivitas ekspor manggis, rambutan dan durian ini selalu lewat daerah lain seperti Jakarta dan Denpasar.
Menurutnya, keberhasilan untuk dapat ekspor langsung ini tentu tidak mudah dan merupakan upaya bersama antara Karantina Pertanian Lampung bersama Pemerintah daerah.
"Kerja sama semua pihak ini dalam upaya mendorong ekspor komoditas pertanian unggulan daerah, sesuai implementasi dari Kepmentan Nomor 42 tahun 2020 Tentang Badan Karantina Pertanian Sebagai Task Force Gratieks," kata dia.
Ia pun mengatakan bahwa dalam rangka mendukung ekspor komoditas pertanian, pihaknya pun telah melakukan sejumlah upayan seperti memberikan bimbingan teknis ekspor yang meliputi persyaratan teknis, registrasi kebun dan registrasi packing house.
“Dalam hal ekspor manggis tujuan Denmark, pengguna jasa ini telah memiliki Packing House yang berada di Kabupaten Tanggamus, Lampung artinya kelengkapan persyaratan administrasi sudah memenuhi syarat untuk ekspor buah,” ujarnya.
Ia pun mengaku optimis bahwa ekspor buah ini dapat diterima oleh pasar global, oleh sebab itu, pihaknya pun berkomitnen guna memastikan ketentuan Sanitary and Phytosanitary Measures (SPS) sehingga produk yang dikirim diterima oleh negara tujuan dan tidak mengalami penolakan.
“Kita sangat optimis dengan ekspor buah ini, sebagai contoh luas lahan manggis saja di Kabupaten Tanggamus yang mencapai 79.854 hektare dan produksinya hingga 35.811 ton, manggis ini akan terus melaju di pasar dunia," kata dia.
Dalam even gebyar ekspor yang dilakukan serentak di 34 pintu ekspor, 41 jenis komoditas Lampung diekspor ke 63 negara tujuan dengan beban total sebanyak 85,04 ton atau senilai Rp674,4 miliar.
"Ekspor perdana tiga komoditas langsung dari Lampung ini bernilai sebesar Rp228 juta," kata Kepala Karantina Pertanian Lampung, Muh.Jumadh, saat acara gebyar ekspor komoditas pertanian serentak di 34 pintu ekspor di Indonesia di Pelabuhan Panjang, di Bandarlampung, Jumat.
Ia menyebutkan bahwa ekspor komoditas hortikultura ini merupakan yang pertama kali melalui Lampung, dimana sebelumnya aktivitas ekspor manggis, rambutan dan durian ini selalu lewat daerah lain seperti Jakarta dan Denpasar.
Menurutnya, keberhasilan untuk dapat ekspor langsung ini tentu tidak mudah dan merupakan upaya bersama antara Karantina Pertanian Lampung bersama Pemerintah daerah.
"Kerja sama semua pihak ini dalam upaya mendorong ekspor komoditas pertanian unggulan daerah, sesuai implementasi dari Kepmentan Nomor 42 tahun 2020 Tentang Badan Karantina Pertanian Sebagai Task Force Gratieks," kata dia.
Ia pun mengatakan bahwa dalam rangka mendukung ekspor komoditas pertanian, pihaknya pun telah melakukan sejumlah upayan seperti memberikan bimbingan teknis ekspor yang meliputi persyaratan teknis, registrasi kebun dan registrasi packing house.
“Dalam hal ekspor manggis tujuan Denmark, pengguna jasa ini telah memiliki Packing House yang berada di Kabupaten Tanggamus, Lampung artinya kelengkapan persyaratan administrasi sudah memenuhi syarat untuk ekspor buah,” ujarnya.
Ia pun mengaku optimis bahwa ekspor buah ini dapat diterima oleh pasar global, oleh sebab itu, pihaknya pun berkomitnen guna memastikan ketentuan Sanitary and Phytosanitary Measures (SPS) sehingga produk yang dikirim diterima oleh negara tujuan dan tidak mengalami penolakan.
“Kita sangat optimis dengan ekspor buah ini, sebagai contoh luas lahan manggis saja di Kabupaten Tanggamus yang mencapai 79.854 hektare dan produksinya hingga 35.811 ton, manggis ini akan terus melaju di pasar dunia," kata dia.
Dalam even gebyar ekspor yang dilakukan serentak di 34 pintu ekspor, 41 jenis komoditas Lampung diekspor ke 63 negara tujuan dengan beban total sebanyak 85,04 ton atau senilai Rp674,4 miliar.
Pewarta : Dian Hadiyatna
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Nilai ekspor Lampung selama Januari-November 2025 tercatat naik 19,07 persen
05 January 2026 19:51 WIB
KKP: 41 UPI masuk "Yellow List" bisa ekspor ke AS secara bersyarat, termasuk 6 UPI Lampung
07 November 2025 0:31 WIB
Terpopuler - Komoditas
Lihat Juga
Promo bulan Ramadhan, PLN beri diskon tambah daya hingga 5.500 VA hanya Rp200 ribu
23 March 2023 10:04 WIB, 2023
Kementan gulirkan PSR untuk tingkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit
16 March 2023 20:22 WIB, 2023
Pertamina gandeng Grab hadirkan layanan pesan antar BrightGas melalui GrabMart
16 March 2023 15:37 WIB, 2023
Pupuk Indonesia salurkan 1,42 juta ton pupuk bersubsidi dari Januari hingga Maret
09 March 2023 22:32 WIB, 2023
Pertamina apresiasi masyarakat Lampung dukung penyaluran BBM tepat sasaran
09 March 2023 17:20 WIB, 2023