Logo Header Antaranews Lampung

Satgas sebut satu kontainer cengkeh diduga terpapar radioaktif

Selasa, 21 Oktober 2025 17:07 WIB
Image Print
Ketua Bidang Diplomasi dan Komunikasi Satgas Penanganan Radiasi Radionuklida Cs-137 Bara KrishnaHasibuan dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (20/10/2025). (ANTARA/Maria Cicilia Galuh)
Satu kontainer suspect 137 (Cs-137) berisi cengkeh dijadwalkan akan tiba di Surabaya pada 29 Oktober 2025. Jadi, kontainer yang suspect itu, hanya satu

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan Kerawanan Bahaya Radiasi Radionuklida Cesium-137 (Satgas Penanganan Cs-137) memastikan hanya satu kontainer berisi cengkeh yang diduga atau suspect terkontaminasi zat radioaktif atau Cesium-137.

"Satu kontainer suspect 137 (Cs-137) berisi cengkeh dijadwalkan akan tiba di Surabaya pada 29 Oktober 2025. Jadi, kontainer yang suspect itu, hanya satu," ujar Ketua Bidang Diplomasi dan Komunikasi Satgas Penanganan Radiasi Radionuklida Cs-137 Bara Krishna Hasibuan dalam jumpa pers di Jakarta, Senin.

Bara menjelaskan, Satgas Penanganan Cs-137 telah melakukan pengecekan lapangan dan meninjau kesiapan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya dalam menangani kedatangan kontainer-kontainer berisi cengkeh yang akan tiba dari Amerika Serikat dalam waktu dekat.

Dari 12 kontainer yang dikirim ke Amerika Serikat (AS), hanya satu yang terkontaminasi. Kemudian, 11 kontainer yang sedang dalam perjalanan menuju AS, diperintahkan untuk kembali ke Surabaya.

Satgas telah memerintahkan untuk melakukan pemeriksaan di pelabuhan maupun di laboratorium uji, saat satu kontainer cengkeh yang terduga terpapar zat radioaktif tiba di Surabaya.

"Jika terbukti terdapat kontaminasi Cs-137, produk tersebut akan segera dimusnahkan demi menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat," kata Bara.

Lebih lanjut, Bara menyampaikan fasilitas pengolahan cengkeh milik PT Natural Java Spice (NJS) di Surabaya dan perkebunan cengkeh di Pati, Jawa Tengah, dinyatakan tidak kontaminasi Cs-137, sehingga kedua area tersebut dinyatakan clean and clear.

Di Lampung, Satgas melalui Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) melakukan penelusuran paparan Cs-137 di enam titik lokasi yaitu industri peleburan logam, gudang pengepul cengkeh, kebun cengkeh penyuplai PT NJS di tiga kecamatan, dan satu lokasi pemetaan awal di Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan.

Selanjutnya, Bapeten juga melakukan pengambilan sampel cengkeh air dan tanah di lima titik lokasi. Ditemukan kontaminasi Cs-137 pada sebagian kecil komoditas Cengkeh di Lampung Selatan.

Pengukuran menunjukkan tingkat paparan radiasi berada dalam kisaran sangat rendah dan tidak menimbulkan dampak kesehatan langsung bagi warga setempat.

Komoditas lain yang juga ada di daerah tersebut, seperti kopi, coklat, pinang, dan cabai Jawa, dinyatakan bebas dari kontaminasi.

Selanjutnya, tim akan melakukan pengujian sampel cengkeh dan tangkai cengkeh di laboratorium milik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

"Kami merekomendasikan agar cengkeh tersebut tidak diperdagangkan sampai dengan hasil uji keluar secara resmi. Kemudian pasar ekspor cengkeh di Amerika Serikat tetap terbuka," imbuhnya.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Satgas pastikan satu kontainer cengkeh diduga terpapar radioaktif



Pewarta :
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026