
Neraca perdagangan luar negeri Lampung surplus 389 juta dolar AS

Bandarlampung (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung menyatakan bahwa neraca perdagangan luar negeri Lampung pada Februari 2026 mengalami surplus sebanyak 389 juta dolar AS.
"Neraca perdagangan luar negeri Lampung mencatatkan kinerja positif dengan surplus sebanyak 389 juta dolar AS," ujar Statistisi Ahli Muda BPS Lampung M Sabiel di Bandarlampung, Jumat.
Ia mengatakan nilai ekspor Lampung pada Februari 2026 tercatat mencapai 492,31 juta dolar AS. Sedangkan secara kumulatif ekspor Lampung selama Januari-Februari 2026 mencapai 992,45 juta dolar AS.
"Tiga negara tujuan utama ekspor Lampung pada periode Januari-Februari 2026 adalah Tiongkok dengan nilai ekspor 162,64 juta dolar AS, Amerika Serikat 126 juta dolar AS, Pakistan 114,96 juta dolar AS. Komoditas yang diekspor tiga negara tersebut didominasi oleh golongan lemak dan minyak hewan nabati," kata Sabiel.
Dia menjelaskan secara keseluruhan tiga komoditas dengan pangsa ekspor terbesar pada periode Januari-Februari 2026 adalah lemak dan minyak hewani atau nabati senilai 482,76 juta dolar AS, kopi, teh, dan rempah-rempah senilai 141,57 juta dolar AS, dan bahan bakar mineral senilai 103,97 juta dolar AS.
"Dari sisi impor nilai impor Provinsi Lampung di Februari 2026 tercatat sebesar 102,98 juta dolar AS," tambahnya.
Menurut dia, tiga negara asal impor terbesar di Januari-Februari 2026 adalah Tiongkok dengan nilai impor 28,25 juta dolar AS, Amerika Serikat 22,81 juta dolar AS, Saudi Arabia sebesar 21,98 juta dolar AS.
"Tiga komoditas dengan pangsa pasar impor terbesar pada periode Januari-Februari 2026 adalah ampas dan sisa industri makanan senilai 44,60 juta dolar AS, bahan bakar mineral senilai 28,87 juta dolar AS, serta pupuk senilai 25,5 juta dolar AS," kata dia.
Dengan nilai ekspor sebesar 492,31 juta dolar AS dan nilai impor sebesar 102,98 juta dolar AS, Provinsi Lampung pada Februari 2026 kembali mempertahankan tren surplus neraca perdagangan luar negerinya.
"Nilai surplus tercatat sebesar 389 juta dolar AS ini memang lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, namun capaian Februari 2026 tersebut masih lebih tinggi dibandingkan realisasi surplus pada bulan yang sama di tahun 2025 dan mencerminkan ketahanan kinerja perdagangan luar negeri di Provinsi Lampung di awal tahun 2026," tambahnya.
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Citro Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
