Kemenag kirim dua remaja duta moderasi beragama
Jumat, 8 Oktober 2021 5:31 WIB
Duta moderasi beragama Aceh Rifka Khairun, siswi MAN 4 Aceh Besar (kanan) dan Yahya siswa MAN 2 Banda Aceh (kiri). (ANTARA/HO-Humas Kemenag Aceh)
Banda Aceh (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh mengirim dua remaja duta ke nasional guna mendapatkan pembinaan dan monitoring motivator muda moderasi beragama.
Kepala Kanwil Kementerian Agama Aceh Iqbal, Kamis mengatakan duta moderasi beragama Aceh tersebut yakni Rifka Khairuna, siswi MAN 4 Aceh Besar dan Yahya siswa MAN 2 Banda Aceh.
"Apresiasi kami kepada ananda Yahya dan Rifka Khairuna, kepada pembimbing dan kepala madrasahnya. Program moderasi beragama sangat penting dalam memahami agama secara moderat, sehingga sangat digencarkan," katanya.
Dia menjelaskan dua remaja asal Bumi Serambi Mekkah itu telah berangkat ke Yogyakarta pada Rabu (6/10), untuk mengikuti pembinaan selama empat hari.
Menurut Iqbal ini sebuah prestasi luar biasa yang dicatatkan siswa madrasah. Mereka akan mewakili Aceh di tingkat nasional dan bergabung dengan peserta dari provinsi lainnya di Indonesia untuk mengikuti pembinaan serta sosialisasi program moderasi beragama.
"Ini merupakan prestasi yang luar biasa, sehingga daerah dan madrasah lain berharap hal yang sama. Hari ini Allah berikan kita dua duta untuk mengikuti ajang nasional," ujarnya.
Menurut Iqbal program moderasi beragama itu menjadi salah satu fokus Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.
"Program moderasi tidak hanya untuk agama Islam tapi untuk semua agama di Indonesia," kata Iqbal.
Program moderasi beragama bukan untuk memoderatkan agama, melainkan memoderatkan cara beragama dengan mengedepankan ukhuwah Islamiyah, ukhuwah basyariyah, dan ukhuwah wathaniyah.
"Kita terus mensosialisasikan bukan untuk memoderenkan agama tapi mensosialisasikan nilai-nilai agama ini secara benar baik dalam konteks ukhuwah islamiyah, ukhuwah basyariyah, dan konteks ukhuwah wathaniyah," kata Iqbal.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Aceh Mukhlis menjelaskan, duta moderasi beragama diharapkan mampu mensosialisasikan pesan moderasi beragama di seluruh madrasah di Aceh setelah mengikuti kegiatan itu, sehingga akan melahirkan hasil yang memuaskan, serta membentuk persepsi di madrasah bahwa perbedaan suku bukanlah persoalan yang harus dibesar-besarkan.
"Mereka benar menjadi duta moderasi beragama Aceh sehingga action mereka terutama di kalangan siswa madrasah se Aceh akan melahirkan orang yang paham moderasi beragama, aplikasinya tidak muncul konflik baik konflik sesama suku atau antar agama," kata Mukhlis.
Kepala Kanwil Kementerian Agama Aceh Iqbal, Kamis mengatakan duta moderasi beragama Aceh tersebut yakni Rifka Khairuna, siswi MAN 4 Aceh Besar dan Yahya siswa MAN 2 Banda Aceh.
"Apresiasi kami kepada ananda Yahya dan Rifka Khairuna, kepada pembimbing dan kepala madrasahnya. Program moderasi beragama sangat penting dalam memahami agama secara moderat, sehingga sangat digencarkan," katanya.
Dia menjelaskan dua remaja asal Bumi Serambi Mekkah itu telah berangkat ke Yogyakarta pada Rabu (6/10), untuk mengikuti pembinaan selama empat hari.
Menurut Iqbal ini sebuah prestasi luar biasa yang dicatatkan siswa madrasah. Mereka akan mewakili Aceh di tingkat nasional dan bergabung dengan peserta dari provinsi lainnya di Indonesia untuk mengikuti pembinaan serta sosialisasi program moderasi beragama.
"Ini merupakan prestasi yang luar biasa, sehingga daerah dan madrasah lain berharap hal yang sama. Hari ini Allah berikan kita dua duta untuk mengikuti ajang nasional," ujarnya.
Menurut Iqbal program moderasi beragama itu menjadi salah satu fokus Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.
"Program moderasi tidak hanya untuk agama Islam tapi untuk semua agama di Indonesia," kata Iqbal.
Program moderasi beragama bukan untuk memoderatkan agama, melainkan memoderatkan cara beragama dengan mengedepankan ukhuwah Islamiyah, ukhuwah basyariyah, dan ukhuwah wathaniyah.
"Kita terus mensosialisasikan bukan untuk memoderenkan agama tapi mensosialisasikan nilai-nilai agama ini secara benar baik dalam konteks ukhuwah islamiyah, ukhuwah basyariyah, dan konteks ukhuwah wathaniyah," kata Iqbal.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Aceh Mukhlis menjelaskan, duta moderasi beragama diharapkan mampu mensosialisasikan pesan moderasi beragama di seluruh madrasah di Aceh setelah mengikuti kegiatan itu, sehingga akan melahirkan hasil yang memuaskan, serta membentuk persepsi di madrasah bahwa perbedaan suku bukanlah persoalan yang harus dibesar-besarkan.
"Mereka benar menjadi duta moderasi beragama Aceh sehingga action mereka terutama di kalangan siswa madrasah se Aceh akan melahirkan orang yang paham moderasi beragama, aplikasinya tidak muncul konflik baik konflik sesama suku atau antar agama," kata Mukhlis.
Pewarta : Khalis Surry
Editor : Edy Supriyadi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kanwil Kemenag Lampung raih juara pertama Policy Brief Moderasi Beragama
29 September 2024 15:08 WIB, 2024
Paus Fransiskus nilai Masjid Istiqlal bukti moderasi beragama Indonesia
05 September 2024 11:45 WIB, 2024
Kemenag Bandarlampung harap momen Idul Fitri dirasakan semua umat beragama
07 April 2024 14:17 WIB, 2024
Kemenag Lampung minta da'i bangkitkan kultur dan moderasi beragama di 3T
03 March 2024 11:23 WIB, 2024
BNPT sebut pemuda harus dibekali moderasi agama agar cegah radikalisme
31 August 2022 11:21 WIB, 2022
Terpopuler - Sekolah/Perguruan Tinggi
Lihat Juga
Disdik Lampung tingkatkan kemampuan akademik lalui pembiasaan soal berbasis HOTS
14 January 2026 20:21 WIB
Sekolah desa sebagai pusat peradaban, Dosen UM Kalianda lakukan pengabdian di Lampung Selatan
12 January 2026 14:50 WIB
Program FKUI kampus pertama peraih akreditasi internasional dari IAAHEH-INT
21 December 2025 10:11 WIB