Katy Perry dan Taylor Swift akhiri perseteruan
Kamis, 10 Mei 2018 12:34 WIB
Taylor Swift ( Frederick M. Brow/businessinsider.sg)
Los Angeles (Antara/Reuters) - Katy Perry mengirimi Taylor Swift ranting zaitun asli pada Selasa, yang tampaknya untuk mengakhiri perseteruan lama antara dua bintang musik pop terbesar itu.
Swift, 28, mengirim video paket itu, yang juga menyertakan sepucuk surat dari Perry, di cerita akun instagramnya dengan judul "Terima Kasih Katy" dan simbol hati dobel.
Perseteruan yang dimulai karena penari latar cadangan, telah mendominasi kehidupan pribadi dan profesional dari dua penyanyi tersebut selama lebih dari empat tahun dan dituangkan dalam lagu-lagu mereka.
Lagu "Bad Blood" Swift pada 2014 diyakini ditujukan pada Perry. Perry, 33, menjelaskan lagu "Swish Swish" miliknya pada 2017 sebagai lagu wajib terbaik bagi orang-orang untuk digunakan kapan pun seseorang mencoba menahan atau menindas pendengarnya.
Upaya Perry setahun yang lalu untuk berdamai ketika dia meminta maaf atas tindakan masa lalu dan menyebut Swift sebagai "penyanyi yang fantastis," hanya didiamkan oleh Swift.
Namun pada Selasa, penyanyi itu mengatakan dalam cerita "Instagram"-nya, "Saya baru saja sampai ke ruang ganti dan menemukan ranting zaitun yang sebenarnya. Ini sangat berarti bagi saya."
Ranting zaitun merupakan simbol perdamaian tradisional.
Ranting zaitun, bersama dengan surat yang bertuliskan, "Hei Teman Lama, saya telah merenungkan tentang komunikasi yang tidak baik di masa lalu dan menyakiti perasaan di antara kita," tiba di hari pertama tur dunia "Reputation" Swift, di Glendale, Arizona.
Hal tersebut juga mengikuti penampilan Perry yang merebut perhatian utama pada Senin di Met Gala New York, di mana dia berpakaian seperti malaikat.
Swift dan Perry yang telah berbaikan menjadi salah satu dari sepuluh trend teratas dunia di "Twitter" pada Selasa.
Penerjemah : Devi/M. Anthoni
Swift, 28, mengirim video paket itu, yang juga menyertakan sepucuk surat dari Perry, di cerita akun instagramnya dengan judul "Terima Kasih Katy" dan simbol hati dobel.
Perseteruan yang dimulai karena penari latar cadangan, telah mendominasi kehidupan pribadi dan profesional dari dua penyanyi tersebut selama lebih dari empat tahun dan dituangkan dalam lagu-lagu mereka.
Lagu "Bad Blood" Swift pada 2014 diyakini ditujukan pada Perry. Perry, 33, menjelaskan lagu "Swish Swish" miliknya pada 2017 sebagai lagu wajib terbaik bagi orang-orang untuk digunakan kapan pun seseorang mencoba menahan atau menindas pendengarnya.
Upaya Perry setahun yang lalu untuk berdamai ketika dia meminta maaf atas tindakan masa lalu dan menyebut Swift sebagai "penyanyi yang fantastis," hanya didiamkan oleh Swift.
Namun pada Selasa, penyanyi itu mengatakan dalam cerita "Instagram"-nya, "Saya baru saja sampai ke ruang ganti dan menemukan ranting zaitun yang sebenarnya. Ini sangat berarti bagi saya."
Ranting zaitun merupakan simbol perdamaian tradisional.
Ranting zaitun, bersama dengan surat yang bertuliskan, "Hei Teman Lama, saya telah merenungkan tentang komunikasi yang tidak baik di masa lalu dan menyakiti perasaan di antara kita," tiba di hari pertama tur dunia "Reputation" Swift, di Glendale, Arizona.
Hal tersebut juga mengikuti penampilan Perry yang merebut perhatian utama pada Senin di Met Gala New York, di mana dia berpakaian seperti malaikat.
Swift dan Perry yang telah berbaikan menjadi salah satu dari sepuluh trend teratas dunia di "Twitter" pada Selasa.
Penerjemah : Devi/M. Anthoni
Pewarta : Antara/Reuters
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Berjuang lawan cedera, Rafael Nadal ke semifinal Wimbledon hadapi Kyrgios
07 July 2022 5:27 WIB, 2022
Ed Sheeran bersama Taylor Swift nostalgia di "The Joker and the Queen"
11 February 2022 9:01 WIB, 2022
Terpopuler - Profil
Lihat Juga
Gempa guncang Cianjur, DMC Dompet Dhuafa langsung kirim tim dan armada medis
22 November 2022 8:24 WIB, 2022
Dari mama aku belajar hingga menang lomba catur cepat Porsadin tingkat Provinsi Lampung
22 July 2022 20:36 WIB, 2022
Satgas informasikan 16,32 juta warga RI telah dapatkan vaksinasi COVID-19 penguat
21 March 2022 18:40 WIB, 2022