Mendes: Bumdes harus jadi pusat perekonomian desa
Rabu, 24 Januari 2018 6:11 WIB
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo. (ANTARA/Hafidz Mubarak A)
Jakarta (Antaranews Lampung) - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengatakan badan usaha milik desa (bumdes) harus menjadi pusat perekonomian masyarakat desa.
"Saya ingin bumdes lebih berdaya dan memberikan manfaat kepada masyarakat. Jadi setiap bumdes harus menjadi pusat perekonomian masyarakat desa," ujar Eko saat dialog dengan para kepala desa dan direktur bumdes di Karawang, Jawa Barat, Selasa.
Dalam dialog tersebut berbagai keinginan disampaikan oleh para kepala desa dan direktur bumdes. Salah satunya adalah dorongan Kemdes PDTT dengan pengembangan bumdes.
Dalam kesempatan itu, Eko langsung menelepon Direktur Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk membantu pengembangan bumdes di Karawang. Eko juga meminta agar dalam waktu dekat segera bumdes dibantu untuk pemasangan alat pembayaran, yakni mesin electronic data capture (EDC) untuk mempermudah transaksi di desa. Dengan demikian bumdes benar-benar bisa menjadi pusat perekonomian masyarakat desa, karena bisa melakukan berbagai macam transaksi.
"Jadi bumdes atau desa, kalau mau transfer atau narik uang tinggal ke bumdesnya," kata dia.
Permintaan Menteri Eko disambut baik oleh pihak BRI. Bahkan pihak BRI berjanji dalam waktu paling lambat satu minggu ke depan bumdes sudah dipasang EDC.
Bukan hanya itu, khusus untuk BUMDes Bersama Berkah Bersama yang di dalamnya terdapat 12 bumdes di Kecamatan Cilamaya Wetan, Eko berjanji akan mengeluarkan kucuran anggaran tambahan sebesar Rp100 juta.
"Yang Rp100 juta ini saya ingin bumdes membantu para pedagang kecil. Terus saya tantang Pak Wabup untuk bisa mengalokasikan anggaran juga," kata dia.
Wakil Bupati Karawang H Ahmad Zamakhsyari menyanggupi tantangan yang diberikan oleh menteri yang merupakan rekan dekatnya itu. Bahkan di hadapan kades, pengurus bumdes dan warga, Jimmy sapaan akrab Ahmad Zamakhsyari, akan memberikan anggaran sebesar Rp50 juta untuk tambahannya.
Menteri Eko sendiri datang ke Karawang, tepatnya di Desa Mekarmaya, Kecamatan Cilamaya Wetan, untuk meresmikan BUMDes Bersama Berkah Bersama karena sumber anggaran pembangunannya adalah dari pos anggaran Kemendes PDTT.
"Saya ingin bumdes lebih berdaya dan memberikan manfaat kepada masyarakat. Jadi setiap bumdes harus menjadi pusat perekonomian masyarakat desa," ujar Eko saat dialog dengan para kepala desa dan direktur bumdes di Karawang, Jawa Barat, Selasa.
Dalam dialog tersebut berbagai keinginan disampaikan oleh para kepala desa dan direktur bumdes. Salah satunya adalah dorongan Kemdes PDTT dengan pengembangan bumdes.
Dalam kesempatan itu, Eko langsung menelepon Direktur Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk membantu pengembangan bumdes di Karawang. Eko juga meminta agar dalam waktu dekat segera bumdes dibantu untuk pemasangan alat pembayaran, yakni mesin electronic data capture (EDC) untuk mempermudah transaksi di desa. Dengan demikian bumdes benar-benar bisa menjadi pusat perekonomian masyarakat desa, karena bisa melakukan berbagai macam transaksi.
"Jadi bumdes atau desa, kalau mau transfer atau narik uang tinggal ke bumdesnya," kata dia.
Permintaan Menteri Eko disambut baik oleh pihak BRI. Bahkan pihak BRI berjanji dalam waktu paling lambat satu minggu ke depan bumdes sudah dipasang EDC.
Bukan hanya itu, khusus untuk BUMDes Bersama Berkah Bersama yang di dalamnya terdapat 12 bumdes di Kecamatan Cilamaya Wetan, Eko berjanji akan mengeluarkan kucuran anggaran tambahan sebesar Rp100 juta.
"Yang Rp100 juta ini saya ingin bumdes membantu para pedagang kecil. Terus saya tantang Pak Wabup untuk bisa mengalokasikan anggaran juga," kata dia.
Wakil Bupati Karawang H Ahmad Zamakhsyari menyanggupi tantangan yang diberikan oleh menteri yang merupakan rekan dekatnya itu. Bahkan di hadapan kades, pengurus bumdes dan warga, Jimmy sapaan akrab Ahmad Zamakhsyari, akan memberikan anggaran sebesar Rp50 juta untuk tambahannya.
Menteri Eko sendiri datang ke Karawang, tepatnya di Desa Mekarmaya, Kecamatan Cilamaya Wetan, untuk meresmikan BUMDes Bersama Berkah Bersama karena sumber anggaran pembangunannya adalah dari pos anggaran Kemendes PDTT.
Pewarta : Indriani
Editor : Samino Nugroho
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ada beasiswa kuliah bagi anak transmigran berprestasi dari Kemendes PDTT
18 March 2024 23:25 WIB, 2024
Komisi V DPR setujui pagu anggaran Kemendes PDTT 2024 senilai Rp2,75 triliun
12 September 2023 18:53 WIB, 2023
Transaksi teknologi tepat guna pada pameran GTTGN di Lampung capai Rp2,1 miliar
10 June 2023 22:32 WIB, 2023
Kemendes PDTT targetkan penjualan Rp2 miliar selama GTTGN 2023 di Lampung
08 June 2023 6:19 WIB, 2023