BPOM: Hati-hati Produk Kadaluarsa Dalam Parcel
Selasa, 23 Desember 2014 6:43 WIB
Jakarta, (ANTARA Lampung) - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Roy A Sparringa mengharapkan masyarakat hati-hati terhadap produk-produk kadaluwarsa yang bisa saja disertakan dalam satu paket parsel.
"Banyak produk beresiko terhadap kesehatan. Apa termasuk parsel? Iya," kata Roy di Jakarta, Senin.
Pernyataan Kepala Badan POM itu merujuk pada peningkatan temuan produk pangan kadaluwarsa di pasar yang cenderung meningkat.
Peningkatan itu sesuai data dari upaya intensifikasi pengawasan pangan Natal 2013 dibandingkan Natal 2014 menjadi 49.647 kemasan dari 31.604 atau meningkat 57 persen.
Secara keseluruhan, Badan POM menemukan 2.939 item atau 72.814 kemasan pangan Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK) jelang Natal 2014 dan Tahun Baru 2015.
Dia melihat terjadi kecenderungan produsen atau distributor nakal yang sengaja memperdagangkan produk kadaluwarsa.
"Produk kadaluwarsa memang bisa saja lolos dari pengawasan. Produk bisa dipasarkan lagi karena di suatu tempat tidak laku kemudian dialihkan ke tempat lain," kata dia.
Maka dari itu, dia meminta masyarakat untuk proaktif terhadap produk-produk yang mencurigakan dan melaporkannya ke Halo BPOM 1500533.
"Masyarakat agar juga turut serta proaktif. Tidak sekedar bilang tidak tahu tentang produk-produk yang membahayakan kesehatan. Mereka juga dituntut untuk mencari tahu terutama dari laman BPOM dan sumber-sumber informasi kredibel," kata dia.
"Banyak produk beresiko terhadap kesehatan. Apa termasuk parsel? Iya," kata Roy di Jakarta, Senin.
Pernyataan Kepala Badan POM itu merujuk pada peningkatan temuan produk pangan kadaluwarsa di pasar yang cenderung meningkat.
Peningkatan itu sesuai data dari upaya intensifikasi pengawasan pangan Natal 2013 dibandingkan Natal 2014 menjadi 49.647 kemasan dari 31.604 atau meningkat 57 persen.
Secara keseluruhan, Badan POM menemukan 2.939 item atau 72.814 kemasan pangan Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK) jelang Natal 2014 dan Tahun Baru 2015.
Dia melihat terjadi kecenderungan produsen atau distributor nakal yang sengaja memperdagangkan produk kadaluwarsa.
"Produk kadaluwarsa memang bisa saja lolos dari pengawasan. Produk bisa dipasarkan lagi karena di suatu tempat tidak laku kemudian dialihkan ke tempat lain," kata dia.
Maka dari itu, dia meminta masyarakat untuk proaktif terhadap produk-produk yang mencurigakan dan melaporkannya ke Halo BPOM 1500533.
"Masyarakat agar juga turut serta proaktif. Tidak sekedar bilang tidak tahu tentang produk-produk yang membahayakan kesehatan. Mereka juga dituntut untuk mencari tahu terutama dari laman BPOM dan sumber-sumber informasi kredibel," kata dia.
Pewarta : Anom Prihantoro
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Bandarlampung: Satgas MBG kuatkan pengawasan terhadap kualitas makanan
05 October 2025 15:07 WIB
Rutan Kotabumi perkuat pengawasan untuk cegah terjadinya "mark-up" anggaran
26 September 2025 13:00 WIB